44 SPBU Tak Lagi Sedia Premium

0
412

– HARI PELANGGAN- Ritel & Fuel Marketing Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Umar Chotib, menyerahkan bingkisan kepada konsumen Pertamax di SPBU Ahmad Yani Semarang, Minggu pagi, dalam rangka Hari Pelanggan Nasional. Foto : ANING KARINDRA

SEMARANG- Sebanyak 44 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jawa Tengah dan DIY kini tak lagi menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Kondisi ini terjadi seiring turunnya permintaan masyarakat akan produk tersebut. 
  
Ritel & Fuel Marketing Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Umar Chotib mengatakan, 44 SPBU tersebut kini tengah masuk tahap percobaan dari total 776 SPBU yang ada di wilayah Jateng-DIY. Ujicoba untuk wilayah Semarang diantaranya terdapat di SPBU COCO Kaligarang, SPBU Krobokan, SPBU Wolter Mangunsidi, SPBU Manunggal Jati, dan SPBU Kalipancur. 

“Begitu juga dengan wilayah lain seperti Solo, Tegal, Blora dan Yogyakarta. Beberapa diantaranya sudah tidak lagi menjual premium,” katanya, disela peringatan Hari Konsumen Nasional, di SPBU COCO Ahmad Yani Semarang, Minggu pagi.
  
Menurutnya, wilayah Jateng-DIY tergolong terlambat, karena di wilayah DKI Jakarta, Surabaya dan Jawa Barat sudah lebih dulu dan lebih banyak SPBU yang menerapkan hal tersebut. Fenomena tersebut menunjukkan jika kesadaran masyarakat akan kebutuhan bahan bakar yang lebih berkualitas untuk kendaraannya makin tinggi.

“Jadi, ada tren pergeseran penggunaan Premium ke Pertalite dan Pertamax. Terlihat dari peningkatan konsumsi Pertalite dan Pertamax yang sangat signifikan di pasaran,” ungkapnya.
  
Jika rata-rata konsumsi harian pada bulan Juli lalu di kisaran 1.200 Kilo Liter (KL), lanjutnya, kini sudah menjadi rata-rata 3.400 KL/hari, atau naik sekitar 200% untuk Pertalite. Sedangkan untuk Pertamax dari 1.800 KL/hari pada Juli lalu menjadi 2.500 KL/hari pada Agustus. 
  
“Untuk premium sendiri mengalami penurunan, dari konsumsi harian rata-rata 9.000 KL/hari pada Juli lalu, menjadi rata-rata 5.000 KL/hari pada Agustus,” jelasnya.

Ditegaskan, adanya SPBU yang tidak lagi menjual premium bukan karena anjuran dari pihak Pertamina. Namun lantaran SPBU mengikuti permintaan konsumen. 
  
“Namun begitu, kami akui jika masih ada beberapa SPBU yang belum menyediakan Pertalite. Jumlahnya masih sekitar 25% dari total 776 SPBU yang ada di Jateng-DIY, khususnya di area Demak, Rembang, Kendal, dan Batang,” tegasnya.

Umar menjelaskan, tidak adanya outlet Pertalite ini karena memang fasilitasnya yang belum tersedia, seperti tanki. Namun begitu, ke depan Pertamina akan terus berupaya mendorong agar seluruh SPBU menyediakan Pertalite.

Sementara itu, tepat di Hari Konsumen Nasional hari ini,  PT Pertamina MOR IV memberikan apreasiasi pada para pelanggan setia mereka, terutama yang menggunakan Pertalite dan Pertamax, dengan memberikan bingkisan. Pemberian bingkisan dilakukan kepda konsumen di beberapa titik di Kota Semarang, dan kabupaten/kota lainnya.(aln) 

Berita sebelumyaHonda Mobil Buka 4 Showroom Baru
Berita berikutnyaREI Gelar Khitan Bersama 120 Anak
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.