Phapros Gelar Gerakan Minum Tablet Tambah Darah

0
383

*Diikuti 200 Remaja Putri Semarang

– TAMBAH DARAH- Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy), bersama Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita), meluncurkan program ‘Gerakan Minum Tablet Tambah Darah’, bagi remaja putri di Balaikota Semarang. Foto : ANING KARINDRA


SEMARANG– PT Phapros Tbk, yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk menyelenggarakan ‘Gerakan Minum Tablet Tambah Darah’, bagi remaja putri di Balaikota Semarang.

Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) mengatakan, program tersebut sejalan dengan yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Kesehatan RI, melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Adapun salah satu poinnya adalah penguatan program gizi, khususnya pada remaja putri agar tidak kekurangan zat besi dan asam folat yang bisa memicu anemia.
 
“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, anemia adalah salah satu penyebab masih tingginya angka kematian ibu yang pada tahun 2012 jumlahnya mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup,” katanya.  
 
Menurutnya, Phapros turut mendukung program advokasi tersebut, agar remaja putri bisa memperkaya pengetahuan mereka di bidang kesehatan. Selain itu juga dapat memperbaiki pola makan mereka, agar tidak kekurangan zat besi dan asam folat.
 
“Program ini sejalan dengan visi misi perusahaan untuk menyediakan produk kesehatan terbaik kepada masyarakat melalui kegiatan CSR,” ungkapnya.

Selain dengan mengkonsumsi makanan kaya zat besi dan asam folat, lanjutnya, mengkonsumsi vitamin penambah darah juga penting untuk mencegah anemia. Phapros berharap di masa yang akan datang program semacam ini bisa membantu pemerintah mengurangi angka kematian ibu.
 
Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita), yang turut hadir dalam acara tersebut juga mengapresiasi langkah Phapros bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang yang berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk warga.
 
“Angka kematian ibu khususnya di Kota Semarang masih tinggi, bahkan terjadi peningkatan pada tahun lalu,” jelas Ita.

Berdasarkan data Dinkes Kota Semarang, tahun 2015 jumlahnya mencapai 35 kasus, naik dibanding tahun 2014 yang jumlahnya 33 kasus. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya dan salah satunya adalah perdarahan saat persalinan, kebanyakan karena anemia saat muda dan hamil.

“Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang menyukseskan acara ini,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here