Tebusan Tax Amnesty Tembus Rp6,9 Triliun

0
342

*Bank Mandiri Siapkan Program Investasi  

– DISKUSI TAK AMNESTY- (kiri-kanan) Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng I, Awan Nurmawan Nuh; CEO Bank Mandiri Jateng-DIY, Maqin U. Norhadi; Ekonom Universitas Soegijopranata, Agnes; dan Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi; saat menjadi pembicara dalam diskusi Tax Amnesty yang digelar Forum Wartawan Ekonomi (Warek) Semarang, di Hotel Noormans Semarang. Foto : ANING KARINDRA

SEMARANG- Realisasi dana tebusan pada program pengampunan pajak (Tax Amnesty) di wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I terus meningkat. Jika hingga tanggal 19 September lalu penerimaan pajak dari dana tebusan sebesar Rp5,7 triliun, kini sudah meningkat menjadi Rp6,9 triliun.
Kepala Kantor Wilayah DJP Jateng I, Awan Nurmawan Nuh mengatakan, dengan perolehan tersebut, DJP Jateng I berkontribusi 10% terhadap penerimaan uang tebusan secara nasional yang mencapai Rp70 triliun. Adapun dengan penerimaan pajak dari dana tebusan tersebut menjadikan total penerimaan pajak untuk Jawa Tengah I hingga Rabu (28/9), mencapai Rp21 triliun atau setara dengan 65% dari target penerimaan hingga akhir tahun ini sebesar Rp32,8 triliun.

“Kami mengucapkan terima kasih karena memang pada detik terakhir periode pertama ini animo masyarakat sangat baik terhadap amnesti pajak,” katanya, disela Diskusi Tax Amnesty yang digelar Forum Wartawan Ekonomi (Warek) Semarang, di Hotel Noormans Semarang, kemarin.

Terkait program amnesti pajak sendiri, khusus untuk DJP Jateng I ada sebanyak 8.400 wajib pajak (WP) yang ikut berpartisipasi. Meski demikian, Kanwil DJP Jateng I terus melirik potensi ekonomi yang ada, bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

“Kami berharap, melalui program amnesti pajak tersebut Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dan kuat. Dalam hal ini, melibatkan masyarakat dalam peran sertanya membangun negara,” jelasnya.

Awan mengaku, pihaknya ingin memperluas basis pajak. Dengan momentum amnesti pajak ini, harapannya semua transparan dan sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri menawarkan sejumlah produk untuk menarik para wajib pajak (WP) yang mengikuti program amnesti pajak. 

CEO Bank Mandiri Jateng-DIY, Maqin U. Norhadi menuturkan, Bank Mandiri merupakan perbankan yang pertama kali ditunjuk sebagai bank persepsi. Bahkan Bank Mandiri sudah terlebih dulu melakukan sosialisasi amnesti pajak.

“Sosialisasi yang kami lakukan termasuk mengenalkan produk menarik kepada wajib pajak, salah satunya produk investasi yaitu reksadana,” ujarnya.

Selain itu, Maqin menambahkan, Bank Mandiri juga menyiapkan diri melalui anak perusahaan Mandiri Investasi dan Mandiri Sekuritas. Perusahaan ini untuk WP yang ingin menyalurkan dana ke investasi yang lebih riil.

“Dengan menjadi nasabah di anak perusahaan tersebut, otomatis WP ikut serta menjadi pemegang saham di sektor riil yang pembiayaannya dipimpin oleh Bank Mandiri. Ini merupakan fasilitas dari Bank Mandiri untuk WP. Pada dasarnya kami ingin memudahkan WP untuk menginvestasikan uangnya,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk memudahkan WP mengakses Bank Mandiri,  secara nasional pihaknya sudah menyiapkan seluruh “service point” untuk menerima uang tebusan. Secara total Bank Mandiri memiliki 1.460 cabang, dengan tujuh kantor di luar negeri. 

“Jadi, orang Indonesia yang memiliki dana di luar negeri tidak harus kembali ke Indonesia. Kantor di luar negeri ini di antaranya di Singapura, Shanghai, Hongkong, Timur Leste, dan London,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga membuka 20 cabang utama dan 50 cabang prioritas di beberapa kota besar. Pembukaan cabang ini penting karena untuk melayani nasabah yang premium.

“Dalam hal ini kami memfasilitasi. Di sini kami ingin menyampaikan kepada WP bahwa Bank mandiri memiliki portofolio produk, tujuannya untuk mengoptimalkan ‘return’ yang diperoleh para WP,” pungkasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here