​Ciputra Grup Agresif Garap Pasar Semarang

0
564

*Jaring Agen Perumahan

SEMARANG- Pengembang properti berskala nasional, Ciputra Grup makin agresif dalam menggarap pasar di Kota Semarang. Melalui properti CitraSun Garden dan Citra Grand Tembalang, Ciputra Grup pada tahun ini mentargetkan penjualannya bisa naik antara 10-20% dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager Citra Grand Tembalang, Ipung Jati Wisnutomo mengatakan, berbagai upaya dilakukan oleh Ciputra Grup untuk mendongkrak penjualan. Salah satunya dengan menjaring agen-agen properti sebagai mitra penjualan rumah.

“Kami berupaya melakukan terobosan baru dalam hal penjualan, salah satunya dengan menjaring agen perumahan untuk Kota Semarang dan sekitarnya,” katanya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, lanjut Ipung, pihaknya akan menggelar seminar ‘Property Selling’, pada Jumat (21/10) di Mall Ciputra Semarang, dengan mendatangkan pakar marketing properti dari Ciputra Grup.

“Melalui seminar tersebut, kami ingin menjaring agen perumahan yang selama ini jumlahnya masih minim, sehingga bisa turut membantu penjualan,” jelasnya.

Diakui, jika dibandingkan dengan kota besar lain seperti Jakarta dan Surabaya, jumlah agen properti di Kota Semarang jauh lebih sedikit. Padahal potensi pasarnya masih sangat besar.

“Melalui seminar itu nantinya kami juga ingin menciptakan enterpreneurship di bidang properti,” jelasnya.

Menurutnya, tidak hanya memberikan teori saja, tetapi pihaknya juga akan mengajak para peserta untuk mempraktikkan teori tersebut dengan cara berinteraksi langsung dengan konsumen. Dalam hal ini, Ciputra Grup akan melakukan ‘open house’ di hari Sabtu dan Minggu (22-23/10), di CitraSun Garden dan Citra Grand Tembalang.

“Pada Sabtu dan Minggu kami akan melakukan ‘open house’, dimana yang akan berjualan adalah para peserta seminar,” ungkapnya.

General Manager CitraSun Garden Semarang, Trisena Dipayuda menambahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ‘Corporate Social Responsibility’ (CSR) dari perusahaan Grup Ciputra untuk mendidik generasi baru di bidang pemasaran properti. Apalagi, untuk di Kota Semarang sejauh ini iklim properti belum seperti kota besar lain.

“Ini yang ingin kami gali. Pada dasarnya kami ingin mencari agen baru,” imbuhnya.
 
Dijelaskan, beberapa syarat yang harus dipenuhi para peserta seminar di antaranya berusia di atas 21 tahun dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap ‘property selling’. Selain itu, mereka selama ini sudah berkecimpung dalam dunia ‘marketing’, tetapi bukan ‘marketing’ untuk properti.

“Dari target 180 peserta saat ini baru mencapai 120 peserta. Dan di sini kami ingin mencetak tenaga penjual yang baik, kreatif, dan menjadi enterpreneur. Harapannya momentum ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here