​Phapros Optimistis Laba Bersih Tumbuh 18% di Akhir Tahun

0
577

SEMARANG – Setelah berhasil meningkatkan performa penjualan sebesar 16,4% dan laba bersih sebesar 22,9% pada semester I/2016 lalu, PT Phapros, Tbk yang merupakan anak perusahaan dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) kembali membuktikan kinerja positif di trimester ketiga 2016.
Meski pertumbuhan ekonomi nasional cenderung lambat, Phapros berhasil membukukan penjualan sebesar lebih dari Rp540 miliar atau naik sebesar 9% sampai dengan September 2016. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan laba bersih perusahaan yang mencapai lebih dari Rp 52 miliar atau tumbuh 26% dari periode yang sama tahun lalu.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari semua pihak, sehingga Phapros bisa kembali menunjukkan kinerja positifnya. Sampai dengan September 2016 ini, produk obat jual bebas atau Over the Counter (OTC) mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai lebih dari 40%. Sedangkan, share terbesar diperoleh dari obat generic sebesar 50%,” ujar Barokah Sri Utami (Emmy), Direktur Utama PT Phapros, Tbk.

Emmy melanjutkan, pihaknya optimistis hingga akhir tahun 2016, penjualan dan laba bersih bisa meningkat hingga 18%. “Kami memproyeksikan kenaikan penjualan dan laba bersih berkisar 18%, dan angka tersebut masih di atas rata-rata pertumbuhan industry farmasi yang diproyeksikan tumbuh sekitar 4%” tambahnya.

Ke depannya, untuk menghadapi pasar BPJS, Phapros berencana untuk menambah kapasitas produksi dengan mengoptimalisasi pabrik di kawasan Simongan dan membangun pabrik baru di Ungaran.  

Selain itu, Phapros juga mendukung hilirisasi riset yang bekerjasama dengan beberapa lembaga penelitian, seperti implant trauma yang bekerjasama dengan UGM, BPPT, dan Unair. Hilirisasi riset yang dilakukan Phapros sejalan dengan roadmap industry farmasi dan Nawacita Presiden Joko Widodo.

Tak hanya pengembangan produk, untuk memperluas jaringan bisnisnya hingga ke mancanegara, Phapros sedang menjajaki kerjasama ekspor dengan dua perusahaan asal Nigeria, yakni Yes Pharma International, Ltd dengan total nilai ekspor lebih dari USD1,4 juta dan Jeisjosh Pharma & Food Co. Ltd dengan total nilai ekspor lebih dari USD500 ribu.

Di sisi lain, Phapros juga kembali membuktikan bahwa aspek lingkungan merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam menjalankan bisnisnya. Pada Agustus lalu, Phapros berhasil meraih Penghargaan Efisiensi Energi Nasional (PEEN) dari Kementerian ESDM RI. 

Program efisiensi energi yang dilakukan Phapros mampu menekan biaya pengeluaran sebesar Rp 1,3 miliar per tahun, dan prestasi tersebut berlanjut ke tingkat ASEAN, di mana Phapros menyabet Runner Up 1 ASEAN Best Practice Awards for Energy Management in Buildings and Industries di Myanmar.

Phapros juga berharap tahun ini bisa mempertahankan gelar PROPER HIJAU dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, RI. Sebelumnya, Phapros pun telah meraih penghargaan Social Business Innovation Awards 2016 lewat kontribusinya dalam pengembangan keanekaragaman hayati yang diwujudkan dalam Maroon Mangrove Edu Park di kawasan Pantai Maron, Semarang.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here