Bunga KPR Turun, Bisnis Properti Makin Bergairah

0
315

SEMARANG- DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah optimis pada tahun ini bisnis properti akan semakin bergairah. Kondisi ini didukung oleh berbagai faktor pendukung, salah satunya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang turun.


Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Pertanahan, Wibowo Tedjo Sukmono mengatakan, saat ini perbankan mulai memberikan angin segar bagi sektor properti melalui penurunan suku bunga dan uang muka. Besaran suku bunga KPR turun dari 9-10% menjadi 7,5-8%.

“Harapan kami dengan penurunan suku bunga KPR ini akan mendorong masyarakat untuk segera memiliki rumah. Apalagi, selama ini lebih dari 70% transaksi pembelian rumah dilakukan secara kredit,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, adanya penurunan besaran uang muka untuk pembelian rumah, baik rumah pertama, kedua, maupun ketiga diharapkan juga mampu menjadi faktor pendongkrak penjualan rumah di tahun ini. Jika sebelumnya uang muka rumah pertama sebesar 30% dari harga rumah, saat ini turun menjadi 20%.

Selanjutnya, uang muka rumah kedua yang sebelumnya mencapai 40%, saat ini turun menjadi 20%, atau sama dengan rumah pertama. Sedangkan untuk rumah ketiga turunnya juga cukup banyak dari sebelumnya 50% menjadi 30%.

“Kalau penurunan uang muka KPR tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak November 2016, melalui pelonggaran ketentuan ‘loan to value’ (LTV) untuk uang muka rumah oleh pemerintah,” ujarnya. 

Menurutnya, faktor lain yang diharapkan mampu menggairahkan bisnis properti di tahun ini yakni adanya program Tax Amnesty. DPD REI Jateng sendiri sangat mengapresiasi pelaksanaan program amnesti pajak dari pemerintah tersebut yang saat ini masih berlangsung hingga akhir Maret mendatang.

“Dari data REI, sejak diberlakukan amnesti pajak sekaligus keringanan suku bunga dan uang muka dari perbankan tersebut, terjadi kenaikan penjualan sebesar 5% untuk rumah menengah dan menengah ke atas,” ungkapnya.

Sementara, dengan kebijakan semacam ini tentu akan memberikan dampak yang sangat positif, khususnya untuk sektor investasi. Diharapkan ke depan kenaikan penjualan dari efek program-program tersebut akan semakin signifikan.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.