Awal Tahun, Pasar Springbed Bergairah


SEMARANG- Memasuki awal tahun, kondisi pasar springbed dan furniture di Kota Semarang mulai terasa bergairah. Hal ini menyusul lesunya pasar di akhir tahun lalu yang sempat turun hingga 50%. 


Owner Rumah Kita Springbed & Furniture, Jimmy Jati Utomo mengatakan, kondisi pasar furniture dan springbed di akhir tahun lalu mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, kondisi terparah terjadi antara bulan Oktober-November, yang penurunannya mencapai 50% dari target.

“Kalau Desember mulai ada peningkatan, karena ada momentum Natal. Selanjutnya di bulan Januari ini makin meningkat lagi,” katanya, disela Pembukaan Pameran Rumah Kita Clearance Sale, di Mall Ciputra, mulai 19-30 Januari 2017.

Jimmy memprediksi, penjualan springbed dan furniture diprediksi akan membaik seiring pertumbuhan pasar properti. Apalagi, trend di awal tahun penjualan springbed cenderung bagus. 

“Untuk trend pasarnya di awal tahun itu biasanya ada kenaikan,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, lanjutnya, permintaan springbed sendiri rata- rata mencapai 80 unit/ bulan untuk seluruh merek. Permintaan terbanyak pada springbed kelas menengah dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp8 jutaan, yang memberikan kontribusi 60% dari total penjualan.

“Permintaan mayoritas datang dari segmen ritel perorangan. Dan untuk awal tahun ini kesempatan membeli springbed pada khususnya, karena harga belum ada kenaikan,” terangnya.

Sementara, dalam pameran kali ini diikuti 13 peserta, diantaranya Springbed King Koil, Serta, Simmons, Dreamland, Romance, Comporta, Airland, Lady Americana dan Elite. Selain itu, ada furniture knockdown, desain interior dan furniture anak Fun Kids.

“Beberapa suplier akan menghabiskan barang yang sudah tidak diproduksi lagi. Barang baru diskon bisa sampai 70-80%,” jelasnya.

Sales Promotion Lady Americana, Oktalia Zulfiani menuturkan, produk menengah ke atas masih jadi incaran konsumen. Spring Bed tipe Richmond merupakan salah satu produk favorit, dimana dilapisi lateks dan per yang dibungkus satu per satu, sehingga lebih kuat dan busa tidak mudah melengkung.

“Selain itu, springbed untuk terapi tulang belakang seperti tipe Renaissance. Springbed tanpa per yang berfungsi memperbaiki kesehatan tulang belakang,” tandasnya.(aln
)