90% Pengusaha Jateng Ikut Tax Amnesty

0
355

SEMARANG- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menyatakan, setidaknya 90% pengusaha di wilayahnya telah mengikuti ‘Tax Amnesty’ (TA). Mereka mayoritas sudah mengikuti program amnesti pajak di tahap pertama, karena besaran tarif tebusannya paling rendah dibandingkan tahap kedua dan ketiga.

Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi mengatakan, Apindo sangat mendukung program pemerintah adanya Tax Amnesty. Bahkan, sejak awal Apindo sudah menghimbau kepada para pengusaha untuk bisa memanfaatkan program tersebut.

“Dari awal saya selalu menyampaikan kepada para anggota agar memanfaatkan amnesti pajak tahap pertama,” katanya.

Menurutnya, saat ini jumlah anggota Apindo Jawa Tengah sekitar 1.500, mulai dari pengusaha skala kecil hingga besar. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengah harus mengikuti aturan tarif tebusan berjenjang.

“Saya pikir kalaupun ada anggota kami yang mengikuti amnesti pajak tahap terakhir ini jumlahnya tidak terlalu banyak, tidak lebih dari 10%,” ungkapnya.

Untuk diketahui, besaran tarif tebusan pada program amnesti pajak tahap pertama yang dilaksanakan dari tanggal 1 Juli 2016-30 September 2016 sebesar 2%, tahap kedua mulai tanggal 1 Oktober 2016-31 Desember 2016 sebesar 3%. Sedangkan tahap ketiga atau terakhir berlaku mulai tanggal 1 Januari 2017-31 Maret 2017, untuk uang tebusannya sebesar 5%.
    
Frans meyakini, jumlah pengusaha yang belum mengikuti program amnesti pajak hingga kini tidak terlalu banyak. Apindo sendiri terus mengimbau agar program ini diikuti oleh para anggota Apindo.

“Ke depan, setelah pelaksanaan program amnesti pajak selesai, kami berharap pemerintah mengeluarkan undang-undang perpajakan terbaru yang sifatnya berkeadilan, transparan, dan tidak memberatkan para pengusaha,” ujarnya.

Dijelaskan, setidaknya ada penurunan tarif pajak antara 30-40% dari sebelumnya. Dengan begitu, daya saing industri lokal pun akan semakin terjaga.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.