Berbenah, Danau Toba Siap Jaring 1 Juta Wisman

0
395

MANILA- Salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, Danau Toba terus melakukan pembenahan. Danau alam terbesar kedua di dunia ini siap menjaring 1 juta wisatawan mancanegara dalam dua tahun ke depan.


Direktur Pemasaran Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKP DT), Basar Simanjutak mengatakan, pesona kawasan Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara saat ini mulai dalam pengembangan. Pada tahap awal ini, pembenahan dilakukan melalui konsep zona kawasan otoritatif pariwisata.


“Kami terus mendorong pembangunan beberapa kawasan otoritatif pariwisata di Danau Toba. Ada 2 zona yang nantinya akan dikembangkan lagi untuk membangun hotel, lapangan golf, rumah sakit internasional, theme park, museum, dan fasilitas pariwisata lain,” katanya, saat menjadi Narasumber ‘Indonesia Tourism Table Top’, yang digelar di Diamond Hotel, Manila, Filipina, hari ini.


Diakuinya, pesona pada danau sepanjang 100 km dengan lebar 30 km saat ini masih pada keindahan alamnya. Danau yang konon tercipta dari hasil letusan gunung api ini memiliki latar belakang super volcano dengan Pulau Samosir yang berada di tengahnya.


“Kami tak ingin hanya mengandalkan pesona alamnya saja, tapi akan terus kami kembangkan dari sisi budayanya juga. Apalagi, tanah Batak ini memiliki banyak budaya yang bisa dijual sebagai aset pariwisata,” ujarnya. 


Beberapa hunian hotel berbintang kelas internasional pun mulai masuk ke kawasan Danau Toba, untuk mengakomodir kebutuhan hunian bagi wisatawan. Begitu pula yang terpenting adalah akses menuju kawasan wisata yang makin mudah.


“Untuk menuju Danau Toba kini terdapat bandara yang telah dioperasionalkan lagi sejak dua tahun lalu. Hanya butuh waktu 30 menit dari bandara menuju kawasan Danau Toba,” jelasnya.


Adapun selama ini, wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba mayoritas masih menempuh akses dari Bandara Kualanamu Medan, selama sekitar 7 jam.


“Adanya bandara yang terletak di ketinggian dan dekat kawasan Danau Toba ini tentu sudah seharusnya bisa dimanfaatkan. Memperpendek akses dan waktu tempuh,” jelasnya.


Namun demikian, kata Basar, seiring dibangunnya jalur tol baru sepanjang 150 km, ke depan akses menuju Danau Toba via darat pun makin mudah dan lancar. Adapun realisasi pembangunan jalan tol lintas Medan-Danau Toba tersebut saat ini sudah mencapai 60 km.


“Nantinya kalau jalan tol sudah jadi semua, estimasi waktu tempuh untuk menuju Kawasan Danau Toba dari Bandara Kualanamu Medan hanya 2,5 jam saja,” terangnya.


Basar menuturkan, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawasan Danau Toba saat ini diakui masih relatif kecil, sekitar 100.000. Mereka kebanyakan berasal dari Malaysia (50 persen), Singapura, Eropa, dan beberapa negara Asia lainnya, termasuk Filipina.


“Dengan berbagai upaya pembenahan ini harapannya Danau Toba kembali berjaya seperti halnya era tahun 1980an,” paparnya.


Adapun beberapa spot yang saat ini telah siap dikunjungi wisatawan diantaranya di Simalen, Tanah Karo dan Samosir. Destinasi tersebut memiliki view alam yang sangat indah.


Sementara, dalam “Indonesia Tourism Table Top”  di Manila ini, Basar sekaligus berupaya mempromosikan Kawasan Danau Toba, bukan dari sisi keindahan alam saja, tapi juga budayanya. Apalagi, bagi masyarakat di Filipina, suku Batak memiliki banyak kemiripan dengan suku di Filipina, baik dari bahasa maupun fisiknya.

“Suku Batak dengan suku di Manila itu sama satu bangsa Austronesia. Jadi, sejarahnya dulu perjalanan bangsa Austronesia dari Myanmar ke Taiwan, kemudian ke Filipina dan terpecah tiga, ke Batak, Toraja, dan New Zealand,” bebernya.


Bahkan, dulu Presiden Marqus pun sempat berkunjung ke Toba.  Dari sejarah tersebut maka kami berharap wisatawan dari Filipina makin tinggi yang berkunjung ke Kawasan Danau Toba.


“Potensi wisatawan dari Filipina sangat besar kalau melihat hubungan emosional asal usul itu tadi,” tegasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.