117 Perusahaan Gandeng 389 SMK

0
196
- KERJASAMA- Direktur Utama Semen Gresik, Sunardi Prionomurti, menyerahkan surat perjanjian kerjasama kepada perwakilan enam SMK binaan di Rembang, saat peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Bawen, Kabupaten Semarang. Foto : ANING KARINDRA

*Mencetak Lulusan Standar Industri

UNGARAN– Sebanyak 117 perusahaan di Jawa Tengah dan DIY bersinergi menggandeng 389 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Program Pendidikan Vokasi Industri. Program link and match tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan SMK sesuai kebutuhan industri

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan, pendidikan vokasi industri menjadi langkah prioritas yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Pasalnya, di era persaingan global, peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci sukses untuk bisa bersaing dan memenangkan kompetisi.

“Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri untuk wilayah Jateng dan DIY tersebut merupakan kelanjutan program serupa yang telah dicanangkan Kementerian Perindustrian di Mojokerto, Jawa Timur. Untuk wilayah Jawa Timur, Kementerian Perindustrian mengajak 50 perusahaan guna mendukung pendidikan di 234 sekolah,” katanya, saat peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Bawen, Kabupaten Semarang.

Menurut Airlangga, pendidikan vokasi industri tak hanya bakal meningkatkan kualitas lulusan SMK. Di sisi lain, kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten bisa terpenuhi.

“Harapannya, kebutuhan ini bisa dipasok dari pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, baik tingkat menengah maupun pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Dijelaskan, Kementerian Perindustrian menargetkan link and match SMK dan industri bisa menyasar 1.775 sekolah di Indonesia pada tahun 2019. Diharapkan, program ini bisa menghasilkan 845.000 siswa dengan skill mumpuni sesuai kebutuhan industri.

“Makanya, setelah ini akan diluncurkan secara di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten serta di Sumatera dan wilayah Indonesia lainnya,” ungkap Airlangga.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Efendi mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian. Baginya, Program Pendidikan Vokasi Industri menjadi sangat strategis dalam menjawab tantangan persaingan global ke depan.

“Selama ini, pendidikan hanya fokus menyiapkan dan membentuk ahlak SDM. Padahal lulusannya digunakan industri. Karena itu, sudah semestinya industri ikut campur dalam pendidikan agar bisa menghasilkan para lulusan sesuai yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Salah satu industri yang berkomitmen mendukung pendidikan vokasi industri adalah PT Semen Gresik. Dalam kesempatan kemarin Semen Gresik menandatangani perjanjian kerjasama dengan enam SMK binaan di Rembang. Penandatangan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti dengan perwakilan sekolah.

“Kerjasama ini adalah bentuk komitmen PT Semen Indonesia dan seluruh anak usahanya, termasuk PT Semen Gresik, terhadap pengembangan pendidikan bagi warga sekitar lokasi perusahaan dalam rangka menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Sunardi.

Enam sekolah binaan Semen Gresik yakni SMKN 1 Rembang, SMKN 1 Gunem, SMK Annuriyah Sulang, SMK NU Lasem, SMK Muhammadiyah Rembang dan SMK NU Pamotan.

“Ini sejalan dengan program perusahaan. Sebelumnya kami sudah menjalankan ini sejak 1987 dengan nama Lolapil (Pengelolaan Keterampilan) dengan harapan dapat melahirkan lulusan-lulusan SMK yang berkualitas sesuai kebutuhan industri,” pungkasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here