TPID Luncurkan SiHati Gen III

0
337

*Sistem Informasi Harga

SEMARANG – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah, Jumat (28/4), kembali meluncurkan Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditas Generasi III (SiHaTi Gen III). Program ini merupakan sistem peringatan dini terhadap kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, SiHaTi Gen III merupakan integrasi antara tiga aplikasi, diantaranya SiHaTi Data Produksi yang merupakan aplikasi berbasis android. Aplikasi ini memungkinkan petani atau peternak di daerah sentra untuk mencatatkan informasi terkait produksi meliputi jumlah dan perkiraan panen, harga jual, serta kendala yang dihadapi.

“Sebagai tahap awal, pilot project SiHaTi Data Produksi mencakup 56 Gapoktan yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota sentra komoditas cabai, bawang merah, bawang putih dan daging sapi,” katanya, disela Peluncuran SiHaTi Gen III, di Kantor Bank Indonesia Semarang.

‎‎Berikutnya, SiHaTi Mobile Application atau yang sering disebut SiHaTi Gen II. ‎Dan ketiga, aplikasi SiHaTi Masyarakat yang memungkinkan masyarakat luas untuk memantau perkembangan harga di pasar-pasar utama di 35 kabupaten/ kota se-Jawa Tengah.

“Adanya penggabungan ketiga aplikasi tersebut memberikan manfaat tak hanya untuk pemerintah saja, tapi juga untuk petani atau peternak serta masyarakat. Diantaranya untuk pemerintah juga memudahkan pemantauan perkembangan pasokan riil dan perkiraan pasokan yang dimiliki oleh petani atau peternak di daerah sentra secara real time,” ujarnya.

Menurutnya, petani dapat menggunakan aplikasi ini sebagai acuan dalam menentukan rencana tanam. Pengaturan pola tanam akan meminimalkan harga jatuh saat panen raya, dan meminimalkan lonjakan harga saat terjadi kelangkaan produksi.

“Sedangkan bagi konsumen adanya aplikasi ini dapat mengelola ekspektasi positif, karena adanya transparansi harga dan pasokan,” ungkapnya.

Ke depan, lanjutnya, diharapkan inovasi ini dapat kembali direplikasi secara nasional sebagaimana generasi sebelumnya. Penanganan permasalahan ketahanan pangan dapat dilakukan secara nasional, salah satunya melalui kerjasama perdagangan antara daerah surplus dan defisit secara nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kesempatan tersebut meminta sistem itu selalu diupdate, agar terus memberikan informasi harga komoditas terbaik bagi masyarakat.

“Saya mengharapkan sehari sekali update harga. Jika sehari 2x (info terbaru harga) akan sangat luar biasa,” katanya.

Dijelaskan, bila terjadi harga tinggi bisa dilakukan pengecekan dari produksi. Selain itu, pembaruan infomasi secara berkelanjutan akan memudahkan untuk segera dilakukan intervensi.

“‎SiHaTi gen III sudah menemukan kesempurnaan. Aplikasi ini sudah bisa virtual meeting, pantauan harga di pasar, serta pantauan produksi. Bahkan, bisa juga diarahkan ke e- commerce sehingga banyak yang bisa memanfaatkan,” ungkapnya.

Ditambahkan, SiHaTi berfungsi bagi pemerintah untuk memantau harga dan pengendalian inflasi. Dalam hal ini, produsen petani dan lainnya bisa memantau harga yang terbaik. Pun pedagang di pasar bisa mengakses perkembangan harga yang ada di masing- masing daerah.

“Pedagang bisa melihat hasil produksinya dan petani bisa melihat harga yang paling pantas untuk bisa menjual. Jika seluruh kabupten/ kota petani dan semua mau disiplin update terus menerus ini akan menjadi informasi komoditas paling dahsyat yang bisa diakses,” pungkasnya.(aln)hat harga yang paling pantas untuk bisa menjual. Jika seluruh kabupten/ kota petani dan semua mau disiplin update terus menerus ini akan menjadi informasi komoditas paling dahsyat yang bisa diakses,” pungkasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here