Prijanto Kembali Pimpin REI Jateng

0
487

SEMARANG- MR Prijanto kembali memimpin Dewan Pimpinan daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-12 DPD REI Jateng di Hotel Patra Semarang. Prijanto terpilih secara aklamasi, beserta Hartono sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD REI Jateng, untuk masa kepemimpinan hingga tiga tahun mendatang.


Musda yang diikuti seluruh pengembang perumahan yang tergabung dalam REI Jateng tersebut dihadiri Ketua DPP REI Pusat, Soelaeman Soemawinata, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Tengah, Kukrit Suryo Wicaksono, dan dibuka Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Rudy Apriantono. 


Diakui Prijanto, pengembang selama ini masih terkendala perizinan dalam proses pembangunan properti. Kondisi itu karena ketidaksinergian antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah. 


“Program penyediaan rumah bagi masyarakat sejauh ini masih terkendala perizinan.  Melalui kebijakan Mendagri, proses perizinan 44 langkah telah dipangkas menjadi 11 langkah, lalu jangka waktu pengurusan dari 2 tahun bisa menjadi 44 hari, akan tetapi masih ada kendala. Kondisi itu karena masih ada perbedaan kebijakan antara pusat dan peraturan daerah,” ungkapnya.


Selain perizinan, lanjutnya, pembangunan rumah oleh pengembang juga mengalami kendala lain yakni terkait tata ruang. Pengembang sudah membebaskan lahan yang layak dibangun sebelumnya. 


“Akan tetapi, saat akan dibangun ternyata lahan tersebut dalam tata ruang kota berubah menjadi kawasan yang tidak diperbolehkan untuk dibangun,” tuturnya.


Dia berharap ada sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, dan pengembang perumahan agar kendala tersebut diselesaikan.  


Ketua DPP REI Pusat, Soelaeman Soemawinata berharap, pengembang tidak dibingungkan lagi dengan kebijakan yang berbeda antara pusat dan daerah. Kebijakan yang berbeda mengganggu iklim usaha di sektor properti. 


“Sedangkan kami juga sedang berupaya untuk menyukseskan program sejuta rumah,” ujarnya.


Dalam mewujudkan program tersebut REI pusat dan daerah menggerakkan seluruh potensi pembiayaan agar sejuta rumah bisa terealisasi. Untuk di Jawa Tengah sendiri, DPD REI Jateng mendapat angin segar karena bank menurunkan bunga kredit kontruksi bagi pengembang dari 13 persen menjadi 8,75 persen. 


Sedangkan, DPP REI Pusat juga berupaya menggandeng sejumlah pihak baik perbankan hingga BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).(aln)

Berita sebelumyaPLN Raih Indonesia Green Awards 2017
Berita berikutnyaBRI Gelar Roadshow Parade UMKM
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.