OJK Dorong Penetrasi Pasar

0
218

*Industri Keuangan Syariah



SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau industri keuangan syariah terus melakukan penetrasi pasar. Langkah tersebut perlu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang memahami dan menggunakan jasa lembaga keuangan syariah.



Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan, sejauh ini komitmen pemerintah sudah sangat luar biasa dalam mendorong perluasan jangkauan industri keuangan syariah di kalangan masyarakat. Bahkan, Presiden turut mendorong industri keuangan syariah dapat membuka akses keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kalangan masyarakat.



“Kami berharap industri keuangan syariah ini semakin inklusif atau terbuka bagi siapa saja. Dalam hal ini Presiden juga sudah menetapkan Komite Nasional Keuangan Syariah,” katanya, pada pembukaan Keuangan Syariah Fair (KSF), di Mal Paragon Semarang.



Terkait kegiatan KSF 2017 yang baru pertama kali dilaksanakan di Kota Semarang ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mencari formulasi, dengan bertanya sekaligus membuka akun dan bertransaksi melalui industri keuangan syariah. Pihaknya berharap, acara tersebut dapat dijadikan sebagai perkenalan dan pendalaman bagi masyarakat untuk lebih mengenal industri keuangan syariah, karena pada acara tersebut tidak hanya diikuti oleh bank syariah tetapi juga lembaga keuangan nonbank syariah dan pasar modal syariah.



“Ini juga merupakan upaya kami untuk menyosialisasikan keuangan syariah bagi masyarakat. KSF ini pernah dilaksanakan di Kota Medan, pada pelaksanaan tersebut cukup sukses, diharapkan di Kota Semarang juga demikian,” ujarnya.



Dalam kesempatan tersebut, OJK juga berharap agar industri keuangan syariah dapat memanfaatkan perkembangan teknologi. Kondisi tersebut penting, mengingat pada era sekarang semakin banyak masyarakat yang menginginkan akses cepat, mudah, dan murah.



“Dalam hal ini pemerintah berupaya mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur. Dan keuangan syariah mestinya bisa berperan dan memanfaatkan, sehingga keuangan syariah tidak tertinggal,” terangnya.



Ditambahkan, pihaknya menekankan kembali bahwa kita perlu meningkatkan kapasitas keuangan syariah, tidak hanya melayani skala kecil tetapi juga besar. Saat ini, industri keuangan syariah harus inovatif dan kreatif mengikuti perkembangan. 



“Sekarang eranya digital ekonomi, industri keuangan syariah harus memenuhi kebutuhan pasar dan semua dikaitkan dengan teknologi,”  imbuhnya.



Sementara, KSF diikuti berlangsung selama 3 hari, mulai 12-14 Mei 2017. Kegiatan diikuti oleh 40 stand lembaga keuangan bank syariah dan industri keuangan bukan bank.



“Acara ini juga diisi dengan talkshow dari perwakilan peserta mengenai produk-produknya,” tandasnya.(aln)

SHARE
Previous articleBNI Syariah Targetkan DPK Rp6 Miliar
Next articleJelang Lebaran, Global Elektronik Tambah Stok
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Greenwood Estate Manyaran, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun mulai November 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. || Ketaketik.com menerima pemasangan iklan, endorse produk, maupun release, yang dapat ditayangkan setelah melalui proses seleksi. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here