Bulog Luncurkan Gerakan Stabiliasi Pangan

0
260





SEMARANG – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari mengatakan, GSP di wilayah Jawa Tengah akan berjalan sampai dengan menjelang Lebaran atau tanggal 23 Juni 2017.


Adapun stok komoditas untuk GSP ini dalam jumlah cukup, diantaranya beras semi premium I dan II, beras premium, beras aromatik, gula pasir, minyak goreng dalam kemasan, bawang merah, bawang putih, dan daging beku.





“Untuk outlet yang dilibatkan dalam GSP ini meliputi rumah pangan kita (RPK) yang pada tahap awal ini ada sebanyak 60 RPK, pedagang grosir dan eceran di pasar pencatatan BPS dan nonBPS, titik-titik keraiaman pasar murah,” disela peluncuran GSP di Kantor Gubernur Jawa Tengah.





Dijelaskan, untuk titik keramaian pasar murah ini di antaranya di lingkungan Kantor Bulog, gudang Bulog, kemitraan, dan kelompok masyarakat yang bekerja sama dengan Bulog salah satunya pondok pesantren. Sedangkan khusus pada peluncuran GSP di Jawa Tengah, ada 22 armada yang diluncurkan dan dilengkapi dengan berbagai macam komoditas, di antaranya beras sebanyak 16.600 kg, gula pasir sebanyak 11.700 kg, minyak goreng sebanyak 24.000 liter, bawang merah sebanyak 1.000 kg, dan bawang putih sebanyak 5.000 kg.




“Dari sisi harga, komoditas yang dijual melalui GSP tersebut di bawah harga jual di pasaran, diantaranya untuk beras premium mulai dari Rp8.300-9.000/kg, beras aromatik Rp10.000/kg, daging beku Rp78.000/kg, gula pasir jika membeli secara eceran dihargai Rp12.500/kg, sedangkan jika beli dalam sistem partai dengan kemasan karung isi 50 kg harganya Rp11.300/kg,” jelasnya.





Selanjutnya, untuk harga bawang merah kualitas bagus atau dalam kondisi kering Rp25.000/kg, bawang putih Rp38.000/kg, dan minyak goreng sederhana Rp11.000/liter.




Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko menyatakan, sangat mengapresiasi langkah GSP yang dilakukan oleh Perum Bulog tersebut. Untuk GSP ini akan dilaksanakan secara langsung di titik-titik keramaian, dengan harapan tidak ada lagi spekulan yang mempermainkan harga.




“Meski demikian, kami menghimbau seluruh pihak khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di pasaran.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.