​Kinerja Perbankan Jateng Melambat

​Kinerja Perbankan Jateng Melambat

231
0
SHARE

SEMARANG– Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Tengah mencatat, kinerja perbankan di wilayahnya pada triwulan I/2017 mengalami perlambatan. Hal ini seiring dengan kinerja perekonomian daerah yang tengah melambat sesuai dengan pola musimannya.




Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, total aset perbankan Jawa Tengah tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 13,04% `year on year` (yoy) pada triwulan laporan atau melambat dibandingkan triwulan lalu yang tercatat sebesar 13,32%. Adapun total aset bank umum di Jawa Tengah pada triwulan I/2017 tercatat sebesar Rp331,54 triliun. 



“Meski melambat, laju pertumbuhan aset perbankan Jawa Tengah pada triwulan laporan tercatat masih lebih tinggi dibandingkan beberapa provinsi lainnya di Pulau Jawa dan pertumbuhan aset nasional yang tercatat sebesar 10,39% yoy pada triwulan laporan,” katanya.




Sedangkan dari sisi kredit perbankan, lanjutnya, pada triwulan I/2017 tumbuh 9,12% yoy atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,25% yoy. Total kredit perbankan Jawa Tengah pada triwulan I/2017 tercatat sebesar Rp237,77 triliun. 



“Pertumbuhan kredit perbankan Jawa Tengah pada triwulan laporan juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit nasional yang tercatat sebesar 9,26% yoy,” ujarnya.




Dijelaskan, pada triwulan I/2017 dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,78% yoy atau meningkat dibandingkan triwulan IV 2016 yang tercatat sebesar 11,21% yoy. Sedangkan posisi DPK pada triwulan laporan tercatat sebesar Rp245,78 triliun.



“Jika dibandingkan nilai DPK nasional yang sebesar Rp4.916,67 triliun atau tumbuh sebesar 10,02% yoy pada triwulan laporan, pertumbuhan DPK di Jawa Tengah secara tahunan tumbuh lebih tinggi,” jelasnya.




Sementara itu, dari sisi kualitas kredit perbankan Jawa Tengah mengalami penurunan pada triwulan I/2017. Pada triwulan I 2017, “non performing loan” (NPL) atau kredit macet berada pada level 3,06% atau meningkat dibandingkan NPL Jawa Tengah pada triwulan lalu yang tercatat sebesar 2,84%. 



“Tingkat NPL kredit di Jawa Tengah tersebut juga lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 3,02 persen,” pungkasnya.(aln)


LEAVE A REPLY