Permintaan Software Antivirus Tinggi

0
295





SEMARANG- Permintaan software antivirus untuk perangkat komputer belakangan cukup tinggi. Hal tersebut seiring maraknya serangan siber, seperti virus peminta tebusan atau ramsomware yang sempat menyita perhatian dunia beberapa waktu lalu.




Marketing Director PT Prosperita-Eset Indonesia, Chrissie Maryanto mengatakan, setelah serangan ramsomware yang terjadi di beberapa negara, termasuk Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat, terutama pelaku bisnis untuk memproteksi data-datanya dengan software enkripsi semakin meningkat. Saat ini jumlah perusahaan yang menerapkan enkripsi kian meningkat dari 15% menjadi 37% antara tahun 2005-2016. 




“Jumlah ini diprediksi akan semakin bertambah menyusul kebijakan Uni Eropa [UE] yang akan menetapkan General Data Protection Regulation [GDPR] pada bulan Mei 2018 nanti,” katanya, saat menggelar jumpa pers di Hotel Louise Kienne Pandanaran, Semarang.




Menurutnya, regulasi UE itu akan membuat semua entitas bisnis di Eropa menggunakan enkripsi sebagai syarat perlindungan keamanan data. Regulasi ini juga akan diikuti perusahaan-perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Eropa, termasuk di Indonesia.




“Data data PT Prosperita Mitra Indonesia, selaku distributor software keamanan data, komputer, dan jaringan, yang diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), setiap hari Indonesia menerima sekitar 1,2 miliar serangan siber dari berbagai negera, seperti wannacry, fireball, dan petya,” ungkapnya.




Ditambahkan, alasan itu pula yang membuat Eset yakin software antivirus, terutama yang mampu mengenkripsi data bakal diminati. Tak hanya oleh perusahaan-perusahaan, tapi juga secara ritel.




“Alasan kebutuhan akan keamanan data ini pulalah yang membuat PT Prosperita Mitra Indonesia meluncurkan software terbaru, yakni ESET Encryption Solution. Aplikasi ini diklaim terdepan dalam teknologi enskripsi karena didukung kemampuan yang kerap digunakan instansi militer,” imbuhnya.




Aplikasi ini, lanjutnya, menggunakan algoritma yang rumit sehingga sulit diretas oleh virus-virus seperti ramsomware atau wannacry.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.