PLN Siap Sambut Era Kendaraan Listrik

0
257



SEMARANG- PT PLN (Persero) siap menyambut perkembangan era kendaraan listrik, baik sepeda, motor maupun mobil listrik. Langkah tersebut kini diwujudkan melalui pemasangan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di ruang-ruang publik, di seluruh Indonesia.




Asisten Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Hadian Sakti mengatakan, keberadaan kendaraan listrik kini semakin diterima di Indonesia. Jauh sebelum itu, PLN telah melihat tantangan ini sebagai teknologi ramah lingkungan dengan penyediaan SPLU.





“Saat ini, PLN sudah menyediakan sedikitnya 875 SPLU yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia,” katanya.




Ditambahkan, SPLU yang dikembangkan PLN sejak 2015 ini, antara lain dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar, dan masih banyak lagi.




“SPLU di Jateng-DIY sendiri rencananya ada 141 titik, dimana 14 titik diantaranya telah dipasang di Yogyakarta, dan menyusul segera di area Semarang 21 titik, serta sisanya tersebar di seluruh Jawa Tengah,” imbuhnya.




Menurutnya, keberadaan SPLU akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum. Adapun lokasi SPLU-SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci ‘SPLU PLN’.




“Kami yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal. Apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW,” ungkapnya.




Dijelaskan, inovasi PLN sebagai infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL). Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik.




“SPLU Beji Lintar mengadopsi sistem prabayar. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan,” jelasnya.





Sementara, SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. SPLU tipe hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter.




“Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA. Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500 –2.500 Watt,” terangnya.




Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi, termasuk sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir.




Selain SPLU, PLN juga mulai menggunakan kendaraan listrik, seperti motor listrik, untuk petugas ULC (Unit Layanan Cepat). Motor listrik merupakaan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. Kendaraan ini baru digunakan PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya).




“Selanjutnya, diharapkan dapat diterapkan di Unit-unit pelayanan PLN lainnya karena sangat ramah lingkungan,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.