32 Gardu Tol Semarang Siap Layani Non Tunai

0
302


SEMARANG- PT Jasa Marga Cabang Semarang hingga kini masih menyiapkan mesin transaksi non tunai pada seluruh gardu tol di wilayahnya, seiring rencana pemberlakuan ‘100% Transaksi Non Tunai di Jalan Tol’. Dari 4 gerbang tol yang ada di wilayah Semarang dengan 32 gardu tol, baru 14 gardu yang telah menggunakan sistem transaksi non tunai atau bertransformasi menjadi Gardu Tol Otomatis (GTO) Single.


General Manager PT Jasa Marga Cabang Semarang, A.J. Dwi Winarsa mengatakan, Jasa Marga masih menyiapkan 18 gardu reguler lainnya untuk transformasi menjadi GTO Multi. Untuk tahap ini, Jasa Marga sementara tidak mengubah bentuk gardu khusus seperti halnya GTO Single.


“Jadi, sementara nanti tidak mengubah gardu, hanya menambah masing-masing 2 mesin untuk tapping kartu e-toll pada setiap gardu, yang masing-masing untuk kendaraan golongan I dan II,” katanya, kepada Jateng Pos, di kantornya.



Menurutnya, dibutuhkan investasi yang besar untuk membuat GTO Single, rata-rata Rp500 juta/gardu. Dengan begitu, pihaknya sengaja bertahap dalam mewujudkan GTO Single pada 32 gardu yang ada.



“Nanti kami pun akan mengoperasionalkan 100% non tunai di tol secara bertahap, sesuai kesiapan GTO, yakni tahap I mulai 30 September untuk gerbang tol Gayamsati dan Muktiharjo, serta tahap II mulai berlaku 31 Oktober untuk gerbang tol Tembalang dan Manyaran,” ungkapnya.



Selain kesiapan gardu tol, lanjutnya, Jasa Marga pun masih menyiapkan konfigurasi kartu tol. Dalam hal ini, pihaknya menggandeng Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN dan segera menyusul BCA.


“Selain kerjasama perbankan penyedia e-toll, kami juga terus melakukan sosialisasi kepada para pengguna tol, baik melalui pesan digital maupun spanduk di sepanjang jalur tol Semarang,” ujarnya. 


Kerjasama dengan perbankan juga dilakukan terkait dengan kesiapan mesin tapping dan mesin top up kartu. Pasalnya, nantinya pada setiap gerbang tol akan disediakan alat top up untuk memudahkan pengguna tol dalam melakukan isi ulang e-toll, selain melalui ATM, minimarket, atau internet banking.


“Untuk tahap awal, nantinya kami juga masih melayani penjualan e-toll di setiap gardu, untuk melayani pengguna tol yang masih belum memiliki e-toll untuk masuk ke jalur tol di ruas Semarang ini,” terangnya.


Deputi General Manager Operation Jasa Marga Cabang Semarang, Aprimon menambahkan, sampai saat ini rata-rata trafik pengguna tol di ruas Semarang mencapai 140.000 kendaraan per hari, dengan transaksi rata-rata Rp370 juta per hari. Dari jumlah tersebut, baru 30% yang telah menggunakan e-toll.


“Kami harap masyarakat khususnya pengguna tol saat ini sudah mempersiapkan diri untuk memiliki e-toll sebelum 100% pemberlakuan transaksi non tunai di jalur tol mendatang,” imbuhnya.


Aprimon menuturkan, berbagai upaya mendorong penggunaan e-toll pun telah dilakukan. Salah satunya melalui program diskon 10% untuk penggunaan e-toll pada transaksi di ruas tol Semarang mulai 4-10 September mendatang.


“Banyak kemudahan transaksi dengan e-toll, selain praktis, juga menyingkat waktu pelayanan, dari reguler 6-12 detik per transaksi menjafi maksimal 4 detik per transaksi,” tuturnya.


Tak hanya itu, pemberlakuan transaksi non tunai pun dapat meminimalisir antrian kendaraan di setiap gardu tol, sehingga mengurangi kemacetan.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.