Besok, Bayar Tol Harus Pakai E-Money

0
301

NON TUNAI- Perwakilan dari Kantor Wilayah Bank Indonesia Semarang, PT Jasa Marga Cabang Semarang, PT Trans Marga Jateng, Ditlantas Polda Jateng, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BTN, melakukan sosialisasi transaksi non tunai dengan penggunaan e-money di jalan tol, usai rapat koordinasi di Kantor Bank Indonesia Semarang. FOTO : ANING KARINDRA


SEMARANG- PT Jasa Marga Cabang Semarang dan Trans Marga Jateng mulai Sabtu pukul 06.00 WIB secara resmi telah menerapkan sistem transaksi non tunai dalam pembayaran tol.  Pemberlakuan Elektronifikasi Pembayaran Tol ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digagas oleh Bank Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.




General Manager PT Jasa Marga Cabang Semarang, Dwi Winarsa mengatakan, untuk ruas tol Semarang, pemberlakuan transaksi non tunai baru akan mulai dilakukan di gerbang tol Gayamsari dan Muktiharjo. Sedangkan untuk gerbang tol Manyaran dan Tembalang menyusul mulai 31 Oktober mendatang.




“Dari sisi kesiapan baru 2 gerbang tol yang sudah bisa melayani transaksi non tunai secara keseluruhan pada Sabtu (30/9) besok. Untuk lainnya menyusul di tahap berikutnya,” katanya, disela Rapat Koordinasi Pemberlakuan Elektronifikasi Pembayaran Tol, di Kantor Wilayah Bank Indonesia Semarang.




Menurutnya, Jasa Marga telah memasang alat pembaca kartu di Gerbang Tol Gayamsari dan Muktiharjo. Adapun di Gerbang tol Gayamsari telah disiapkan 4 mesin di gardu tol, dan 8 mesin ada di Gerbang tol Muktiharjo.


“Gardu tol yang semula merupakan gardu reguler, sudah dilengkapi reader. Namun sementara masih tetap ada petugas jaga,” ungkapnya.




Dijelaskan, meski program transaksi non tunai belum resmi diterapkan, namun saat ini kesadaran masyarakat pengguna jalan tol menggunakan e-money sudah cukup tinggi. Setidaknya, 38% transaksi jalan tol sudah menggunakan e-money, naik dari sebulan lalu yang baru di kisaran 20% dari total transaksi di ruas tol Semarang.




“Trafik kendaraan yang melintas di ruas tol Semarang kini rata-rata 151.000 kendaraan per hari, dimana 38% pembayaran telah memakai e-money,” jelasnya.




Dwi mengaku, pihaknya menggandeng sejumlah bank untum menyediakan kartu e-money. Bahkan, saat pemberlakuan transaksi e-money tahap awal akan disiapkan 23.000 kartu yang dipasarkan langsung di Gerbang tol Gayamsari dan Muktiharjo.




“Bersama Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN, kami siapkan 10.000 kartu di Gerbang tol Gayamsari dan 13.000 kartu di Gerbang tol Muktiharjo,” ujarnya.




Lain halnya dengan ruas tol Banyumanik – Salatiga yang dikelola oleh Trans Marga Jateng. Jalan tol sepanjang 40,44 kilometer tersebut secara keseluruhan telah siap menerapkan sistem transaksi non tunai, baik di Gardu tol Banyumanik, Ungaran, Bawen, maupun Salatiga.




Staf Operasional Trans Marga Jateng, Sabilillah menuturkan, dengan sistem transaksi tertutup yang telah diterapkannya, otomatis pengguna jalan tol harus menggunakan e-money. Pemakai jalan terlebih dahulu mengambil kartu untuk membuka gerbang, atau hanya dengan menempel e-money untuk membukanya, dimana  transaksi berlaku di exit tol.




CEO Bank Mandiri Regional VII Jateng-DIY, Maqin Norhadi menjelaskan, pihaknya siap mendukung transaksi non tunai di jalan tol melalui penyediaan mesin, ketersediaan kartu dan top up saldo. Bahkan, Bank Mandiri bersama Himpunan Bank Negara (Himbara), seperti BNI, BRI dan BTN telah menyiapkan program promo penjualan kartu seharga Rp50.000 dengan saldo Rp40.000.




“Untuk pembelian kartu e-money seharga Rp50.000 ada diskon 50% untuk biaya produksi kartunya, dari yang semula Rp20.000 untuk produksi kartu dengan saldo Rp30.000, menjadi Rp10.000 untuk biaya produksi kartu dengan saldo Rp40.000,” jelasnya.




Bank Mandiri, lanjutnya, mentargetkan mampu mengedarkan 400.000 kartu e-money hingga akhir tahun ini. Adapun saat ini Bank Mandiri telah mengeluarkan 315.000 e-money di Jawa Tengah, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 186.000 kartu.




“Dari sisi transaksi e-money di Bank Mandiri sejak Januari-Agustus 2017 sudah mencapai Rp200 miliar, dengan target hingga akhit tahun Rp300 miliar, meningkat dari realisasi tahun 2016 lalu di Jateng yang hanya sebesar Rp206 miliar,” bebernya.




Sementara, sesuai dengan aturan dari Bank Indonesia tentang Gerbang Pembayaran Nasional (National Payment Gateway), maka diatur tentang beban biaya top up uang elektronik. Skema transaksi top up dilakukan dalam dua cara, yaitu top up on us dan top up off us.




Pelaksana tugas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, pihaknya menetapkan kebijakan skema harga guna memastikan berjalannya interkoneksi dan interoperabilitas dalam ekosistem Gerbang Pembayaran Nasional. Sedangkan kebijakan skema harga yang diatur itu akan menurunkan biaya transaksi masyarakat dan mendorong peningkatan transaksi serta perluasan akseptasi.




“Nantinya, masyarakat yang melakukan top up uang elektronik kurang dari Rp200.000 tidak akan dibebani biaya administrasi. Sedangkan top up di atas Rp200.000, maka tarif yang dibebankan sebesar Rp750. Hal itu merujuk batasan saldo dalam uang elektronik hanya Rp1 juta,” paparnya.




Seperti diketahui, kartu e-money tak hanya bisa digunakan untuk membayar tol saja, melainkan bisa untuk berbelanja, serta membayar bus atau kereta api sesuai dengan merchant yang telah bekerjasama dengan masing-masing bank penyedia e-money. Untuk pengisian ulang juga bisa dilakukan melalui ATM, Bank, SMS Banking, Internet Banking, serta lewat merchant yang telah bekerjasama, seperti Alfamart ataupun Indomart.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.