Bank Indonesia Kumpulkan Wartawan Daerah

0
88

– PELATIHAN BI- Sebanyak 580 wartawan daerah dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan yang digelar Bank Indonesia di Jakarta. FOTO : ANING KARINDRA
SEMARANG- Dalam rangka meningkatkan edukasi wartawan akan tugas dan fungsi bank sentral, Bank Indonesia (BI) mengumpulkan wartawan daerah di Hotel Grand Sahid Jays Jakarta, Senin-Selasa (20-21/11). Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ‘Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017’ ini diikuti okeh 580 wartawan dari 34 provinsi di Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman mengatakan, Bank Indonesia memandang komunikasi dengan media massa merupakan hal yang penting dalam menyampaikan tugas dan peranan BI terhadap masyarakat umum. Komunikasi yang lancar, efektif, dan efesien akan membuat transmisi kebijakan Bank Indonesia diterima industri, pelaku usaha dan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, termasuk dalam mengendalikan ekspektasi inflasi.

“BI memiliki fungsi sebagai otoritas moneter, sistem pembayaran serta menjaga stabilitas sistem keuangan. Dan ini perlu diketahui masyarakat secara luas. Disini peran hubungan dengan media dibutuhkan,” katanya, dalam Pembukaan ‘Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017’, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Menurutnya, komunikasi yang lancar, efektif dan efesien membutuhkan peran serta dari media massa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita dan informasi yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebagai salah satu pilar demokrasi, media massa juga memiliki peran untuk mengawal kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas,” ungkapnya.
Dijelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di Jakarta secara bersama-sama, setelah sebelumnya dilakukan oleh masing-masing perwakilan Bank Indonesia di daerah. Adapun materi yang akan diikuti para wartawan dalam pelatihan ini di antaranya, ‘Pengendalian Inflasi Daerah Untuk Mewujudkan Masyarakat’, dengan narasumber Kepala DKEM BI, Gubernur Jawa Tengah, dan Deputi Kemenko Perekonomian, serta Pengamat Ekonomi.

Selanjutnya akan diisi dengan materi Perkembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI dan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Perkembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Kebijakan Makroprudensisial Untuk Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Daerah dan materi penting lainnya.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh wartawan di 34 provinsi di Indonesia. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan memberi dampak positif ke depannya,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here