PLN Dorong Penggunaan Kompor Listrik

0
96

KOMPOR LISTRIK- (kiri-kanan) Mei Indrayani, Asisten Manajer Pelayanan Pelanggan & Adminitrasi PLN Area Semarang; Charles Santoso, Manager Store Modern Electronic; Donny Adriansyah, Manajer PLN Area Semarang; dan Indra, Owner Modern Electronic, usai penandatanganan perjanjian kerja sama penggunaan kompor listrik. FOTO : ANING KARINDRA


SEMARANG- Dalam mendukung migrasi ke kompor listrik, PLN Area Semarang melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan dua toko elektronik di Kota Semarang. 



Penandatanganan dilakukan oleh Manajer PLN Area Semarang, Donny Adriansyah, dengan Toko Modern Electronic, di Jalan Gajahmada, dan Toko Atlanta Electronic, di Jalan Majapahit.


“Dalam kerja sama ini, PLN memberikan potongan tambah daya sebesar 50% untuk pembelian produk elektronik pertama. Diskon diberikan kepada pembeli produk elektronik selain gadget dan kamera di gerai elektronik yang telah bekerja sama,” kata Donny Adriansyah, Manajer PLN Area Semarang.



Nantinya, lanjut Donny, jika pelanggan melakukan pembelian akan mendapatkan voucher diskon 50%. Voucher tersebut dapat ditransaksikan untuk permohonan tambah daya melalui Contact Center 123, website PLN, ataupun PLN Mobile.



“Kerja sama ini sebagai tindak lanjut PLN dalam mendorong penggunaan alat elektronik di masyarakat, khususnya kompor listrik,” ujarnya.



Dijelaskan, beberapa keunggulan yang ditawarkan kompor listrik dibandingkan kompor gas, yaitu: pengaturan suhu lebih cepat, tidak ada energi panas yang terbuang, mudah dibersihkan, desain yang lebih menarik, dan tidak ada resiko kebocoran gas yang dapat menyebabkan kebakaran. Selain itu, sumber daya listrik untuk menghidupkan kompor selalu tersedia.



Sementara, peralihan dari kompor gas ke kompor listrik ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian ESDM. Sebelumnya Menteri ESDM, Ignasius Jonan menjelaskan, pemakaian kompor listrik dapat mengurangi konsumsi LPG (Liquid Petroleum Gas).



Menurutnya, saat ini gas produksi di dalam negeri merupakan lean gas yang susah diolah kembali menjadi elpiji. Akibatnya, saat ini sekitar 4,5 juta ton atau 67 persen hingga 69 persen dari total kebutuhan elpiji didatangkan secara impor.



Dengan demikian, penggunaan kompor listrik sebagai substitusi kompor LPG diharapkan dapat menekan impor LPG.



“Saat ini PLN juga menawarkan program Indonesia Terang dalam rangka Hari Listrik Nasional, bagi pelanggan yang ingin tambah daya mulai dari 450 VA – 197.000 VA hanya dikenakan biaya sebesar 72%. Promo ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2017,” tandas Donny.(aln)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here