Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg Berlimpah

0
283

‎Sidak LPG 3 Kg : General Manager Marketing Operation Region IV Jawa Tengah-DIY, Yanuar Budi Hartanto, memantauan stok LPG 3 Kg di Pangkalan SPBU 44.502.10, Jalan Fatmawati Semarang. Foto : Aning Karindra


SEMARANG-  PT Pertamina (Persero) MOR IV Jateng-DIY memastikan stok LPG subsidi 3 Kg aman dan berlimpah. Bahkan Pertamina kini terus melakukan penambahan suplai LPG 3 Kg ke agen selama tujuh hari penuh.



‎General Manager Marketing Operation Region IV Jawa Tengah-DIY, Yanuar Budi Hartanto mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan gas melon. Pasalnya, hampir seluruh agen di Jateng-DIY telah dilakukan penambahan suplai rutin 7 hari penuh dalam seminggu.



“‎Kita tambah satu hari suplai, kalau misalnya biasanya suplai ke agen Senin sampai Sabtu, saat ini ditambah juga hari Minggu,” katanya, disela-sela pemantauan stok LPG 3 Kg di Pangkalan SPBU 44.502.10, Jalan Fatmawati Semarang.



Dengan kondisi stok yang sangat mencukupi di Jateng-DIY, lanjutnya, masyarakat pun dihimbau untuk tetap tenang. Masyarakat pun tak perlu melakukan ‘punic buying’ untuk mendapatkan LPG 3 Kg.




“Jadi ini juga tidak perlu khawatir terhadap pasokan LPG 3 Kg selama Natal dan Tahun Baru. Stok sangat aman, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian‎ berlebihan. Misal kalau LPG 3 Kg di rumah masih cukup,  tidak usah beli lagi menumpuk. Apalagi sampai beli 10 tabung,” terangnya.




Dalam kesempatan tersebut, Yanuar juga turut melayani konsumen yang membeli LPG ke pangkalan yang dikelola agen PT Julian Putra Mandiri tersebut. Salah seorang warga Liman Mukti, Pedurungan, Semarang, Eni Sudono (40) mengaku, memakai LPG 3 Kg untuk keperluan sehari-hari di rumah.




Dalam seminggu, Eni mengaku membutuhkan satu buah tabung LPG 3 Kg dan selama ini tidak kesulitan mencarinya.



“Kebetulan rumah saya dekat sini, makanya sering beli ke sini. Nggak susah mencarinya, di sini selalu ada,” ujarnya.



Menurutnya, daripada membeli LPG ke pengecer, dia lebih memilih untuk membelinya ke pangkalan resmi. Apalagi,  harganya sesuai HET (harga eceran tertinggi-red) sebesar Rp15.500.



Sementara itu, Waki Ketua II Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jawa Tengah, Triyanto Cahyo Legowo menuturkan, tren peningkatan konsumsi LPG tidak sesuai dengan prediksi.



“Seperti sekarang sebenarnya nggak ada apa-apa, tapi ada warga yang bilang susah mencarinya. Padahal Natal dan Tahun Baru juga masih jauh,” jelasnya.



Dia berharap, masyarakat jangan khawatir tidak bisa mendapatkan elpiji 3 Kg tersebut‎ karena pihaknya selalu menjaga stok. Setiap pangkalan memprioritaskan untuk menjual langsung ke konsumen, bukan ke pengecer.



“Maksimal pengecer itu mendapatkan 50 persen, dan pangkalan bisa memprioritaskannya ke rumah tangga langsung,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.