BULOG Jateng Perluas Penjualan Beras Renceng

– BERAS RENCENG- M. Sugit Tedjo Mulyono, Kepala Perum BULOG Divre Jateng, menunjukkan beras renceng produksi BULOG yang sudah mulai beredar di pasaran Jateng. FOTO : ANING KARINDRA

SEMARANG- Perum BULOG Divre Jateng hingga kini telah memproduksi beras renceng (kemasan 200 gram) sebanyak 23.966 sachet. Beras Renceng dengan merek “Beras Kita” dibanderol dengan harga Rp. 2.500/sachet, dan dapat diperoleh di sejumlah pasar tradisional, toko kelontong, maupun di Rumah Pangan Kita (RPK) seluruh wilayah Jawa Tengah.

“Sampai dengan saat ini realisasi penjualan beras renceng sebanyak 12.685 sachet,” kata M. Sugit Tedjo Mulyono, Kepala Perum BULOG Divre Jateng.

Menurutnya, solusi Beras Renceng ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan beras harus terjangkau ke seluruh lapisan masyarakat, dan tersedia bahkan hingga ke warung-warung kecil, layaknya kopi dan mie instan yang sudah pasti tersedia. Keberadaan beras renceng ini diharapkam mampu mencegah mafia beras yang berniat menimbun beras dan membuat harga beras melambung, karena kurangnya ketersediaan di pasaran.

“Beras renceng ini sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh beras berkualitas premium dengan ukuran yang praktis dan ekonomis,” ungkapnya.

Terkait kegiatan operasional Perum BULOG Divre Jateng untuk penyaluran bansos rastra, saat ini telah tersalur 100% untuk Pagu bulan Januari-Juli 2018. Adapun stok beras masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Selain komoditas beras yang ada di dalam gudang BULOG, terdapat juga stok komoditas lainnya, seperti Minyak Goreng, Gula, Tepung Terigu, Daging dan Telur Ayam,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk Realisasi Pengadaan Beras, hingga saat ini telah mencapai 197.713 Ton atau 54,47% dari target 1 tahun sebanyak 362.955 Ton. Namun begitu, realisasi pengadaan harian sebesar 1.500 s.d 1.900 ton per hari mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebanyak 2.000 s.d 2.700 ton per hari, yang dipengaruhi harga Gabah Tingkat Petani (GKP) mengalami kenaikan dari rata-rata harga 4.400-4.500/kg menjadi rata-rata harga 4.600-4.700/kg.

Selain itu, lanjutnya, Perum BULOG kini juga tengah melakukan kegiatan pengadaan gula petani dengan harga Rp.9.700/Kg, dengan mekanisme pengajuan kuantum dari APTRI DPD Jateng per periode giling.
Prognosa pengadaan gula sebesar 38.348 ton sudah terealisasi sebanyak 1.400 ton. Dengan demikian, pasokan gula di pasaran tercukupi dengan harga stabil.

“Perum BULOG sendiri siap menjalankan amanah penugasan sembilan pangan pokok. Yang sejalan dengan komitmen Presiden RI agar ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia dapat terjamin dan terwujudnya swasembada pangan,” tegasnya.(aln)