Rail Clinic Generasi Baru Lakukan Bakti Sosial Di Stasiun Gundih

0
87

SEMARANG – Sarana kereta api yang berfungsi sebagai rumah sakit berjalan di atas rel yang diberi nama *Rail Clinic* , melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis di Stasiun Gundih. Rail Clinic yang terlibat dalam kegiatan ini, menggunakan sarana Rail Clinic generasi yang terbaru, yaitu Rail Clinic Generasi 4 yang dilengkapi dengan Rail Library / perpustakaan dan ruang pertemuan sosialisasi, selain berbagai ruang pengobatan yang telah ada.

Rail Library atau Kereta Pustaka yang menjadi bagian dari unit Rail Clinic Generasi Ke-4 ini, dilengkapi fasilitas perpustakaan buku, majalah, video dan e-book. Koleksi materi perpustakaan yang ditampilkan pada kegiatan bakti sosial kali ini terdiri dari 350 judul buku dengan jumlah 764 eksemplar, 63 judul e-book dan 65 koleksi video.

Sejarah kehadiran Rail Clinic sendiri di mulai perjalanannya pada tahun 2015 lalu, untuk pertama kalinya KAI meluncurkan Rail Clinic yang dianugerahi rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia. Rail Clinic merupakan wujud kepedulian sosial sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) KAI dibidang kesehatan. Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan kesehatan gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga tahun 2018, PT KAI (Persero) sudah meluncurkan 4 generasi Rail Clinic. Dan di tahun yang sama pula, KAI mengoperasikan Rail Library atau Kereta Pustaka. Rail Library ini dirangkaikan dengan Rail Clinic generasi ke-4 yang di dalamnya menyediakan ratusan buku bacaan, dan dilengkapi pula dengan fasilitas e-library atau perpustakaan elektronik, berupa 6 buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak yang terkoneksi dengan internet.

Keterlibatan Rail Clinic generasi 4 di Stasiun Gundih ini, dilaksanakan dalam rangka melaksanakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) PT KAI Daop 4 Semarang di sejumlah jalur rel kereta api. Dengan melibatkan unsur – unsur kewilayahan di wilayah Gundih ini, pihak PT KAI Daop 4 melaksanakan serangkaian kegiatan bakti sosial yang terdiri dari pengobatan gratis kepada 300 undangan dari masyarakat sekitar Stasiun Gundih, pemberian kaca mata gratis kepada 61 siswa sekolah dasar yang terdapat di wilayah sekitar Stasiun Gundih (SDN 1, 2, 3, 4 dan 5 Gundih), pemberian bantuan alat-alat olah raga, penyuluhan seputar kesehatan dan seputar peraturan keselamatan perjalanan kereta api, serta pembagian berbagai souvenir seperti balon.

Acara CSR dengan melibatkan sarana khusus perkeretaapian yang diberi nama *Rail Clinic* ini, sudah menjadi agenda tahunan di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang sejak 2016 yang lalu. Dimana pada tahun 2016 telah dilaksanakan di Stasiun Weleri dan Stasiun Kedung jati, kemudian di tahun 2017 telah dilaksanakan di Stasiun Mangkang dan Stasiun Randublatung. Untuk tahun 2018 ini, akan dilaksanakan di tiga stasiun, yaitu di Stasiun Keradenan pada tanggal 28 Agustus 2018, Stasiun Gundih pada tanggal 30 Agustus 2018 dan Stasiun Kaliwungu pada tanggal 7 November 2018.

Penyelengaraan Rail Clinic pada tanggal 28 Agustus 2018 di Stasiun Keradenan kemarin, PT KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan pengobatan gratis kepada 424 orang masyarakat Keradenan. Adapun rincian dari kegiatan pengobatan gratis di Stasiun Keradenan tersebut diantaranya: pemeriksaan Dokter Umum 252 pasien, lemeriksaan Dokter Gigi 22 pasien, pemeriksaan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 pasien, pemeriksaan Mata/Optik 25 pasien, pemeriksaan Laboratorium 82 pasien dan Pemberian Kacamata 39 orang.

Pada kesempatan kali ini di wilayah Gundih, pihak PT KAI Daop 4 Semarang telah menggundang 300 masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis mulai pukul 08.00–14.00 WIB di Stasiun Gundih. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama meliputi pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan laboratorium, penyuluhan kesehatan serta pelayanan kefarmasian. KAI telah menyiapkan tim kesehatan yang terdiri dari 3 dokter umum, 1 dokter gigi, 1 perawat gigi, 1 bidan, 1 apoteker, 1 assiten apoteker, 3 paramedis, 3 pemeriksa mata dan 1 tenaga administrasi.

“Pelayanan kesehatan gratis di Stasiun Gundih dengan Rail Clinic ini, merupakan salah satu program rutin dari PT KAI sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan transportasi tersebut kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar jalur KA dalam bidang fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. Semoga dengan adanya layanan Rail Clinic dan dilengkapi Rail Library di Stasiun Gundih ini, dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mencerdaskan masyarakat sekitar Stasiun Gundih, ” Ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang.

Pada kegiatan ini, selain melaksanakan pengobatan gratis, pihak PT KAI Daop 4 Semarang juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat sekitar Gundih diantaranya pemberian 61 kacamata secara gratis kepada siswa SD, serta penyerahan bantuan alat-alat olah raga untuk warga Kelurahan Geyer dan SDN 3 Geyer.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pihak PT KAI Daop 4 Semarang yang telah melaksanakan kegiatan bakti sosial pengobatan gratis ini. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Geyer ,”Harap Sutoyo, Seketaris Camat Geyer pada kata sambutan kegiatan Rail Clinic di Stasiun Gundih.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan bhakti sosial yang melibatkan sarana Rail Clinik Generasi ke-4 ini, bisa terjalin komunikasi yang baik antara pihak PT KAI dengan masyarakat sekitar Stasiun Gundih. Sehingga diharapkan melalui komunikasi yang baik ini, bisa terjalin kerja sama yang harmonis antara pihak PT KAI dan masyarakat sekitar Stasiun Gundih di dalam memajukan sektor perekonomian dan mendukung terhadap perkembangan transportasi perkeretaapian di wilayah ini,” Harap Suprapto di sela-sela kegiatan bakti sosial di Stasiun Gundih.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.