Pengusaha Truk Diperkenalkan Sistem Informasi Angkutan Barang

– SIABANG- Kepala Seksi Angkutan Barang Khusus Dishub Kota Semarang Andreas Catura menyampaikan paparan tentan “Siabang” sela Rakercab Aptrindo Cabang Tanjung Emas, di Hotel Gumaya. FOTO : ANING KARINDRA

SEMARANG- Dinas Perhubungan Kota Semarang mengenalkan layanan barunya yakni Sistem Informasi Angkutan Barang (Siabang) kepada Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Cabang Tanjung Emas Semarang di Hotel Gumaya, Jl Gajahmada Semarang. Sistem baru tersebut nantinya akan berisi database armada pengusaha truk yang tergabung dalam asosiasi.

“Kami sudah minta database jumlah armada dari Aptrindo dan Organda, sehingga bisa ter-update dengan Dishub dan terkait perizinan dan lainnya,” jelas Kepala Seksi Angkutan Barang Khusus Dishub Kota Semarang, Andreas Catur, disela Rapat Kerja Cabang (Rakercab) asosiasi tersebut.

Ditambahkan, nantinya sistem ini akan terintegerasi via online sebagai rekomendasi untuk pengurusan perpanjang dokumen kendaraan seperti STNK hingga BPKB. Selain itu, sistem ini juga akan terhubung dengan data di Dishub untuk kepengurusan KIR dan dokumen pendukung perjalanan lain.

Ketua Aptrindo Cabang Tanjung Emas, Supriyono berharap, kedepannya melalui “Siabang” pengurusan KIR dan sebagainya bisa diakses melalui sistem online sehingga lebih mudah.

“Kami sangat mendukung Siabang dan kedepannya saya berharap KIR bisa diakses via online,” ujarnya.

Sejak “Siabang” diluncurkan November lalu, baru dua asosiasi yang masuk, yakni Aptrindo Cabang Tanjung Emas dan Organda. Supriyono juga mengatakan, nantinya Aptrindo DPD Jateng juga akan digandeng untuk bisa masuk ke sistem ini.

Ditambahkan, sejak satu tahun Aptrindo cabang Tanjung Emas berdiri beberapa inovasi sudah dilakukan untuk mempermudah anggotanya. Antara lain sertifikasi sopir yang bisa digunakan di tingkat Asean, pelopor pembuatan kartu pengenal dan via email untuk sopir di lingkungan pelabuhan Tanjung Emas.

Selain itu, pihaknya juga fokus untuk menyelesaikan sertifikasi driver yang ditarget April 2019 akan selesai.

“Selama ini sudah 80 peserta yang ikut, empat orang gagal, tapi ini termasuk bagus karena 90 persen bisa lulus,” pungkasnya.(aln)