PLN Himbau, Waspadai Bahaya Listrik

SEMARANG– Fenomena bencana Hidrometeorologi yang terjadi beberapa minggu ke belakang menyebabkan curah hujan tinggi di beberapa wilayah di Indonesia. Di Jawa Tengah misalnya, tidak berapa lama ini curah hujan tinggi menyebabkan banjir di wilayah Pekalongan, Batang, Kendal, dan Pati. Sebelumnya, banjir juga melanda Kabupaten Purworejo.
Berdasarkan data dari BMKG, fenomena ini diakibatkan pergerakan Monsun Dingin Asia dan hangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia sehingga menyebabkan tingginya tingkat penguapan dan pertumbuhan awan.
Di wilayah pesisir, keadaan ini diperparah dengan kondisi geografis yang dekat dengan bibir laut, sehingga berdampak banjir yang tidak hanya datang dari air hujan, tetapi juga dari air laut pasang.
Terkait dengan pengamanan instalasi listrik, PLN UID Jateng mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat terjadinya banjir.
“Pada musim hujan tidak menutup kemungkinan terjadinya banjir, untuk itu PLN mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi bahaya listrik”, ujar Manajer Komunikasi PLN UID Jateng-DIY, Haris.
Beberapa langkah antisipatif saat banjir yang dapat dilakukan masyarakat antara lain mematikan instalasi listrik di dalam rumah, mencabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Setelah banjir surut, masyarakat dihimbau untuk memastikan semua peralatan elektronik dalam keadaan kering sebelum digunakan.
Selain itu, kondisi cuaca ekstrim ini juga rentan menyebabkan adanya gangguan listrik, diantaranya diakibatkan pohon tumbang dan angin.
“Di musim penghujan ini jaringan listrik akan menjadi lebih rentan terhadap gangguan, sebagian besar disebabkan oleh pohon dan angin kencang”, imbuhnya.
Selain dari sisi PLN, Haris berharap, masyarakat dapat ikut bekerja sama dengan dengan melaporkan gangguan listrik. Masyarakat dapat mengadukan gangguan yang terjadi melalui Contact Center PLN di nomor 123, Facebook PLN 123, Twitter @pln_123 dan email pln123@pln.co.id.(aln)