SDM Masih Jadi Tantangan Besar Revolusi Industri 4.0

– MENJAHIT – Pekerja tengah melakukan aktifitasnya di pabrik garmen PT Sandang Asia Maju Abadi. FOTO : ANING KARINDRA

SEMARANG- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang menyatakan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah. Pasalnya, saat ini masih banyak tenaga kerja yang memiliki SDM rendah.

Ketua Apindo Kota Semarang, Dedi Mulyadi Alli mengatakan, revolusi industri 4.0 mau tidak mau harus dihadapi dengan menyiapkan berbagai hal, terutama SDM terampil. Hal ini agar tetap bisa bersaing dengan perkembangan teknologi yang kian masif.

“Sekarang yang dibutuhkan SDM yang punya skill, SDM terampil, sehingga siap pakai di bidang masing-masing. Kerja tidak perlu ijazah, tunjukkan skill dan terbukti bisa langsung diterima,” kata Dedi.

Disebutkan, ketika SDM tenaga kerja belum bisa meningkat, mereka akan tergilas oleh teknologi. Dengan begitu terjadi kebingungan mau diarahkan ke mana tenaga manusia yang tidak berkerja tersebut.

Di sisi lain, lanjutnya, saat ini pengusaha juga bingung dengan tanggungan perusahaan yang harus membayar kewajiban atas tenaga kerja yang dimiliki, mulai UMK yang tinggi, biaya BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun hingga ada biaya KPR.

Dijelaskan, meski tenaga kerja sekarang makin mahal, namun daya saingnya berkurang. Tenaga kerja kini banyak yang enggan lembur lantaran ada masa lelah dalam bekerja. Hal itu, kata dia berbanding terbalik dengan mesin yang bisa bekerja hingga 24 jam.

“Kalau pakai mesin lebih presisi, bisa bekerja 24 jam. Orang sekarang sudah tidak mau lembur, karena lelah,” jelasnya.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap perkembangan dunia usaha di Semarang dan Jawa Tengah harus benar-benar ada, sehingga industri di wilayah ini dapat berkembang.

“Perlu satu komitmen stakeholder jalan bareng-bareng, tidak bisa berjalan sendiri Industri, harus dengan pemerintah,” tandasnya. (aln)