BCA Ajak Masyarakat ‘Liburan Dari Rumah’

LIBURAN DARI RUMAH - Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati (tengah), dan Indonesian Barista Champion, Mikael Jasin (kanan), berbincang secara virtual dalam program Talkshow Instagram Live 'Liburan Dari Rumah' dengan menampilkan desa menikmati pesona Doesoen Kopi Sirap dan Kampung Batik Gemah Sumilir, Kamis (17/12/2020). Foto : ist/ketaketik.com


*Berkeliling Doesoen Kopi Sirap
& Kampung Batik Gemah Sumilir secara Virtual

JAKARTA– Kopi dan batik menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi. Mencermati hal tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan pembinaan terhadap desa yang memiliki potensi kopi dan batik melalui program CSR desa binaan BCA.

Dalam rangka mempromosikan desa binaan tersebut, kali ini BCA kembali menghadirkan program liburan virtual dari rumah yang akan mengajak penonton menikmati pesona Doesoen Kopi Sirap dan Kampung Batik Gemah Sumilir.

Melihat antusiasme dalam empat episode sebelumnya, kali ini episode kelima Talkshow Instagram Live LDR ‘Liburan dari Rumah’ menghadirkan Executive Vice President CSR BCA, Inge Setiawati, Vice President CSR BCA, Ira Bachtar, serta Indonesian Barista Champion, Mikael Jasin pada Kamis (17/12/2020). Acara ini disiarkan langsung melalui akun Instagram @goodlifebca, Youtube SolusiBCA, Instagram @mikaeljasin, Facebook GoodLife BCA dan Twitter @GoodLifeBCA.

“BCA senang dan bangga atas respon positif masyarakat terhadap rangkaian acara ‘Liburan Dari Rumah’. Hal ini membuat kami semakin bersemangat untuk menampilkan desa-desa binaan BCA lainnya. Dalam episode kelima ini, kami memilih Doesoen Kopi Sirap di Semarang dan Kampung Batik Gemah Sumilir di Pekalongan. Kedua desa ini sudah mendapatkan pendampingan BCA sejak beberapa tahun silam dan sudah mencetak prestasi pada bidangnya masing-masing. Doesoen Kopi Sirap sendiri tiap tahunnya mampu menghasilkan 1.200 ton kopi,” urai Inge Setiawati selaku EVP CSR BCA.

Doesoen Kopi Sirap terletak di lereng Gunung Kelir, Semarang, Jawa Tengah dan terdiri dari puluhan hektar perkebunan kopi. Wisatawan akan diajak untuk trekking menuju kebun kopi dan belajar lebih dalam mengenai tanaman kopi. Dusun ini juga menawarkan wisata kuliner kopi organik dengan beragam cita rasa. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhkan dengan keindahan alam yang asri.

Jika Doesoen Kopi Sirap terkenal dengan kopinya, Kampung Batik Gemah Sumilir yang terletak di Kajeng, Pekalongan, Jawa Tengah ini terkenal dengan batiknya. Desa ini menawarkan edukasi batik tulis dan cap yang dapat dilakukan langsung oleh wisatawan.

Selain menghasilkan batik, desa ini juga menghasilkan kain tenun dan kerajinan tangan. Salah satu kontribusi yang BCA berikan dalam pengembangan Kampung Batik Gemah Sumilir adalah dengan mengajak pengurus desa untuk mengikuti expo, conference, serta pelatihan skill.

Sebagai informasi, BCA melalui program Bakti BCA sudah mengembangkan 12 desa wisata binaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Adapun, ke-12 desa binaan tersebut adalah Wirawisata Goa Pindul; Desa Wisata Pentingsari; Wisata Wayang Desa Wukirsari; Kampung Batik Gemah Sumilir; Doesoen Kopi Sirap; Desa Wisata Tamansari; Desa Wisata Pucak Tinggan; Desa Binaan Gunong Lumut; Desa Binaan Bukit Peramun; Desa Wisata Aik Rusa Berehun; Kampung Adat Sijunjung; serta Nagari Silokek.

“BCA akan terus memfasilitasi desa wisata di Indonesia melalui pelatihan-pelatihan yang berkualitas melalui metode online dan memaksimalkan eskalasi terhadap desa wisata ini. Harapan kami masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap keberlangsungan potensi wisata yang ada di Indonesia melalui berbagai cara unik dan menarik,” tutup Inge.(aln)