C
Sabtu, Januari 28, 2023

Buy now

Jalan Panjang Gas Elpiji Bisa Dinikmati Pelanggan

KERAMAIAN pengunjung nampak memadati salah satu rumah makan ayam dan bebek goreng di bilangan Karangayu, Kota Semarang, Kamis (27/10/2022). Beberapa koki dari dapur yang terbuka pun terlihat sibuk memainkan peralatan tempurnya.

Di tengah kesibukan memasak, salah seorang koki tiba-tiba berseru api di kompornya padam. Tabung gas elpiji berwarna pink berukuran 12 kg besutan Pertamina pun di goyang-goyangkan, memastikan keterisian gas di dalamnya.

“Waduh.. Gas habis,” gumamnya, sembari bergegas melepas pipa tabung gas, dan membawa tabung tersebut ke pangkalan elpiji terdekat.

Ya…, Mayoritas konsumen hanya tahu, gas elpiji Pertamina yang dinikmatinya berasal dari saluran distribusi setingkat pengecer, pangkalan, agen, dan SPBE, tanpa mereka ketahui jika gas elpiji tersebut telah melewati lika liku perjalanan yang panjang.

– PERTAMINA GAS 2- Kapal Pertamina Gas 2, salah satu armada Very Large Gas Carrier (VLGC), milik PT Pertamina International Shipping (PIS), sebagai ujung tombak ketahanan energi gas nasional, yang melakukan perjalanan panjang, mengangkut bahan baku gas dari Amerika ke Indonesia. FOTO : IST/ANING KARINDRA

PT Pertamina International Shipping

Armada Very Large Gas Carrier (VLGC), milik PT Pertamina International Shipping (PIS) menjadi salah satu yang berperan dalam proses pengangkutan bahan baku gas elpiji yang diimpor dari Amerika dan Timur Tengah menuju ke Indonesia, hingga masuk ke proses pengolahan atau pencampuran, dan sampai ke sejumlah titik distribusi. Dibekali fasilitas serta teknologi yang mumpuni dan awak yang tangguh, keberadaan VLGC juga menjadi salah satu wujud hadirnya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi di Indonesia.

Direktur Armada PIS, Muhammad Irfan Zainul Fikri mengatakan, selama ini gas elpiji Pertamina yang dinikmati pelanggan memang belum diproduksi di Indonesia. Pertamina masih mengambil dari Arabian Gulf di Timur Tengah dan dari Texas di Amerika, yang diangkut menggunakan dua kapal tanker raksasa atau VLGC milik PIS, yakni Kapal Tanker Pertamina Gas 1 dan Pertamina Gas 2.

“PIS saat ini memiliki 2 armada khusus, Kapal VLGC Pertamina Gas 1 dan Pertamina Gas 2, dengan masing-masing sekitar 200-an awak yang tangguh, untuk mengambil bahan baku gas dari 2 lokasi di luar negeri sana, dengan kapasitas masing-masing kapal 3.500 kubik meter,” katanya, saat ditemui Jateng Pos di Semarang, Jumat (28/10/2022).

Menurutnya, butuh waktu sedikitnya hingga 78 hari dalam kondisi normal, bahan baku gas berupa LPG Fully Pressurized diangkut menuju ke titik-titik pengolahan gas elpiji di Indonesia, yang salah satunya berada di Tanjung Sekong, Merak, Banten. Waktu tempuh ini bahkan bisa lebih panjang jika terjadi gangguan, baik secara teknis maupun alam.

– PERTAMINA GAS 2- Kapal Pertamina Gas 2, salah satu armada Very Large Gas Carrier (VLGC), milik PT Pertamina International Shipping (PIS), sebagai ujung tombak ketahanan energi gas nasional, yang melakukan perjalanan panjang, mengangkut bahan baku gas dari Amerika ke Indonesia. FOTO : IST/ANING KARINDRA

“Ini tantangan berat bagi para awak kapal VLGC menempuh perjalanan panjang, dengan muatan yang relatif membahayakan. Belum lagi resiko di perjalanan, seperti faktor cuaca di lautan yang tak menentu. Apalagi jika ada gangguan dari perompak yang kerap menghadang di tengah lautan, baik di perairan luar negeri maupun dalam negeri. Tapi, awak VLGC telah memiliki komitmen tinggi menjaga ketahanan energi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Irfan menjelaskan, muatan kapal dari Amerika dan Timur Tengah akan diangkut menuju tempat pengolahan di Indonesia, salah satunya di Tanjung Sekong. Bongkar muat ini memiliki prosedur yang tinggi, dimana gas akan diturunkan melalui pipa – pipa di ujung kapal yang dihubungkan ke tanki – tanki penampungan fasilitas darat untuk proses mixing.

“Nah, di Tanjung Sekong ini akan dilakukan mixing antara bahan baku gas Propane dan Butane sesuai komposisi yang ditentukan,” jelasnya.

Dari proses mixing tersebut, lanjut Irfan, gas yang terbentuk sudah siap pakai. Selanjutnya, gas tersebut dialirkan dari tanki penampungan menuju ke Kapal Gas Attaka, yang kemudian dikirim ke sejumlah titik distribusi.

“Melalui pencampuran dua komponen gas itu, maka gas tersebut sudah siap distribusi ke masyarakat, yang nantinya dikemas dalam bentuk tabung 12 kg maupun 3 kg. Adapun pengiriman gas elpiji dari Tanjung Sekong dilanjutkan dengan Kapal Gas Attaka yang juga milik PIS,” ujarnya.

Terkait titik distribusi, Irfan menuturkan, dari rute Tanjung Sekong, salah satunya Kapal Gas Attaka akan mengirim gas tersebut ke Terminal LPG di Tanjung Emas Semarang. Pengiriman ke lokasi tersebut jumlahnya sesuai pesanan untuk memenuhi kebutuhan gas di sebagian wilayah Jawa Tengah.

“Dari Tanjung Sekong ke Tanjung Emas Semarang setidaknya butuh waktu tempuh normal minimal 10 jam. Kapal Gas Attaka nantinya akan merapat di Pelabuhan Dalam (Peldam) Tanjung Emas Semarang guna menurunkan muatan,” tukasnya.

– KAPAL GAS ATTAKA- Kapal Gas Attaka, milik PT Pertamina International Shipping (PIS), saat berada di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kapal ini mengambil peran angkutan gas elpiji dari lokasi pengolahan di Tanjung Sekong, menuju terminal gas elpiji, salah satunya di Terminal LPG Tanjung Emas Semarang. FOTO : IST/ANING KARINDRA

PT Pertamina Trans Kontinental

Kolaborasi antar anak usaha Pertamina menjadi penting di kala Kapal Gas Attaka telah sampai di Tanjung Emas Semarang. Untuk membongkar muatan gas di Terminal LPG Tanjung Emas, dibutuhkan peran PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Direktur Pemasaran PTK, Imam Bustomi menuturkan, PIS akan menghubungi PTK untuk membantu segala macam proses dokumen. Selain itu, PTK juga mengirimkan armada kapal pandu dan kapal tunda untuk membawa Kapal Gas Attaka merapat ke Peldam Tanjung Emas Semarang yang lokasinya ada di tengah lautan, atau sekitar 5 mil.

“Jadi, khusus bongkar muat energi, sebelum kapal merapat ke Tanjung Emas ini, PIS pasti akan menghubungi PTK, sebagai ship agency. Dari PTK akan tanya ukuran kapal, untuk kebutuhan pengiriman kapal pandu dan tunda yang disesuaikan ukuran kapal tanker,” tukasnya.

Imam menjelaskan, dari PTK juga akan menanyakan kelengkapan kapal, mulai surat menyurat dan kesehatan para kru. Kalau semua syarat sudah terpenuhi, maka kapal tanker tersebut akan mendapat bendera dan bisa melakukan aktifitas bongkar muat di Tanjung Emas sebagai pelabuhan tujuannya.

“Khusus di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, PTK memiliki 2 unit armada tug boat, 3 morine boat, dan 1 RIB (untuk patroli), dengan 92 orang kru darat dan laut. Tapi kalau secara nasional, PTK beroperasi di 104 pelabuhan, dengan 429 kapal, dan 3.000 lebih kru. Jadi, rata-rata untuk 1 kapal dibutuhkan 12 – 14 orang kru,” jelasnya.

GM Marine Business and Operation Region II PTK, Muhammad Gufron Muarif menambahkan, di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, trafik kunjungan kapal pengangkut energi milik Pertamina yang masuk antara 30 – 36 unit kapal setiap bulannya. Kapal pengangkut gas elpiji rata-rata seminggu 2 – 4 kapal, dan sisanya pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kapal pengangkut gas itu terbagi 2 opsi, ada yang masuk ke Peldam dan juga ke Opsico, itu rata-rata 20 unit per bulan, dan untuk kapal BBM sandar ke SPM ada 16 unit per bulan,” terangnya.

Sementara, setelah Kapal Gas Attaka berhasil sandar di Peldam Tanjung Emas, maka bongkar muatan sudah bisa dilakukan. Muatan gas bisa langsung dialirkan menuju tangki-tangki penampungan gas yang ada di pelabuhan, selanjutnya baru dipindahkan ke truk tangki khusus gas elpiji.

Menurut Gufron, armada mobil tangki khusus gas itulah yang nantinya akan mengangkut gas ke masing-masing SPBE, untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabung-tabung gas elpiji ukuran 12 kg maupun 3 kg.

“Dari SPBE, tabung-tabung berisi gas elpiji Pertamina pun siap dipasarkan melalui agen, pangkalan dan para pengecer,” ungkapnya.

– PENGISIAN TABUNG ELPIJI- Petugas tengah melakukan pengecekan tabung gas elpiji Pertamina di salah satu SPBE di Kota Semarang. FOTO : IST/ANING KARINDRA

PT Pertamina Patra Niaga

Terpisah, Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menjelaskan, kebutuhan gas elpiji di Jateng dan DIY rata-rata per bulan mencapai 116.242 Matrix Ton (MT). Rinciannya, untuk Jawa Tengah sendiri 103.434 MT/bulan atau Jateng 3.978 MT/hari dan DIY 12.808 MT/bulan atau 493 MT/hari.

“Pasokan gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan di Jateng-DIY diambilkan dari Terminal LPG Tanjung Emas Semarang, Terminal LPG Cilacap, Terminal LPG Cirebon, dan Terminal Temporary Rembang, dengan tingkat ketahanan stok gas elpiji di masing-masing terminal rata-rata bisa mencapai 5 hari,” terangnya.

Brasto menuturkan, khusus dari Terminal LPG Tanjung Emas Semarang, pasokan gas elpiji akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan di Demak, Kudus, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Pemalang. Jumlah pasokan ke masing-masing daerah sesuai dengan permintaan dan kebutuhan.

“Dari Terminal LPG, gas elpiji akan disalurkan melalui SPBE, untuk dikemas dalam tabung ukuran 12 kg, 5,5 kg dan 3 kg. Selanjutnya, masyarakat bisa mendapatka gas elpiji tersebut melalui saluran distribusi agen dan pangkalan resmi Pertamina, serta dipasarkan juga oleh para pengecer, sesuai dengan ketentuan harga pasar,” pungkasnya. (Aning Karindra Ariyanti)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Stay Connected

0FansSuka
3,683PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles