PT KAI DAOP 4 Semarang Siapkan Angkutan Nataru

RAPID TES- PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang menyediakan layanan rapid test dengan tarif Rp. 85 rb di Stasiun Semarang Tawang dan Tegal. FOTO : IST/ANING KARINDRA/KETAKETIK.COM

SEMARANG- Menghadapi masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021, PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang bersiap siaga demi terselenggaranya operasi Nataru yang aman, lancar dan selamat. PT KAI (Persero) menetapkan angkutan Nataru 2020/2021 selama 20 hari, yakni dari 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021. Dalam periode tersebut, PT KAI memberikan perhatian yang ekstra di segala aspek operasional kereta api.

EVP PT KAI DAOP 4 Semarang, Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso mengatakan, di sisi prasarana, PT KAI Daop 4 Semarang menyiagakan alat material untuk siaga (AMUS) diantaranya Kereta MPJR (Mesin Perawat Jalan Rel), bantalan rel, batu balas, karung pasir, rel bekas, dan sebagainya di seluruh wilayah operasi guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang juga menambah personel di sepanjang jalur rel yang terdiri dari petugas penilik jalan (PPJ) ekstra sejumlah 59 personel, penjaga perlintasan (PJL) rawan 5 personel, dan penjaga daerah rawan (longsor, ambles, banjir, rel spaten/memuai, gerusan) sebanyak 18 personel, ditambah petugas Flying Gank yang selalu siaga 24 jam untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA.

“Untuk kebutuhan medis, PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang menyediakan posko kesehatan di 5 lokasi yang terletak di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu yang selalu siaga 24 jam,” katanya.

Ditambahkan, PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang juga menyiagakan 7 orang dokter umum, dan 18 orang paramedis yang akan siap membantu memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa KA di stasiun.

Berbagai fasilitas penunjang kesehatan juga disiapkan di berbagai stasiun, diantaranya 5 unit ambulans, 20 unit kursi roda dan tandu di 20 stasiun, dan 5 unit AED (Automated External Defibrillators) atau perangkat dasar penyelamat jantung yang ada di Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu.

“Selain itu, bagi para ibu menyusui yang menjadi pengguna jasa KA, PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang juga menyediakan fasilitas ruang laktasi yang tersebar di 12 stasiun wilayah Daop 4 Semarang, diantaranya : Tegal, Pemalang, Pekalongan, Weleri, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Alastua, Brumbung, Ngrombo, Randublatung, Cepu, dan Gundih,” imbuhnya.

Menurutnya, selama Angkutan Nataru 2020/2021 di wilayah PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang berjalan 56 KA Jarak Jauh dan KA Lokal (rincian terlampir). Guna memastikan kelancaran operasi tersebut, PT KAI Daop 4 Semarang menyiagakan 16 Lokomotif yang dialokasikan untuk menarik 12 KA Penumpang dari Daop 4, 2 KA Barang, dan 2 Lokomotif cadangan.

“Selanjutnya, sebagai upaya untuk menjamin keamanan penumpang di stasiun maupun di atas KA, PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang mengerahkan petugas keamanan sebanyak total 511 personel yang terdiri dari 129 personel POLSUSKA dan 382 personel Satpam (security),” ungkapnya.

Dijelaskan, seluruh personel pengamanan akan bertugas mengamankan stasiun, kereta, jalur rel, maupun objek vital KAI selama 24 jam di seluruh wilayah operasi PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang.

Terkait dengan protokol kesehatan, KAI masih mengacu pada Surat Edaran 14 Kemenhub tanggal 8 Juni 2020 dan Surat Edaran 9 Gugus Tugas Covid-19 tanggal 26 Juni 2020. Masyarakat yang akan menggunakan KA Jarak Jauh diharuskan untuk menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test Antibodi) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan) atau surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid Test Antibodi.

“PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang juga menyediakan layanan rapid test dengan tarif Rp. 85 rb di Stasiun Semarang Tawang dan Tegal maupun fasilitas pemeriksaan kesehatan di Klinik Mediska Semarang Poncol, Klinik Mediska Tegal, Stasiun Pekalongan, Klinik Mediska Pekalongan, Klinik Mediska Ngrombo, dan Klinik Mediska Cepu,” jelasnya.

Terkait Kebijakan Swab Antigen, lanjutnya, KAI sampai dengan saat ini masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Pemerintah. KAI sebagai operator moda transportasi kereta api selalu patuh terhadap aturan regulator dalam hal ini pemerintah.

“Kami turut mendukung segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ditegaskan, KAI tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik di stasiun maupun selama dalam perjalanan yaitu dengan menyediakan wastafel dan hand sanitizer, menyemprotkan cairan disinfektan di stasiun dan kereta. Menciptakan jarak antar penumpang pada antrean, kursi ruang tunggu, serta membatasi tiket yang dijual yaitu hanya 70% dari kapasitas tempat duduk.

Petugas frontliner KAI yang berpotensi kontak jarak dekat dengan penumpang juga dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), memakai masker, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Selama dalam perjalanan, pelanggan diharuskan menggunakan Face Shield dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang. Petugas akan memeriksa suhu tubuh setiap 3 jam sekali dan membersihkan area yang sering disentuh oleh pelanggan dengan cairan pembersih mengandung disinfektan setiap 30 menit sekali.

Selain memberlakukan protokol kesehatan, PT KAI (Persero) juga menghimbau kepada seluruh pelanggan KA untuk membeli tiket kereta melalui aplikasi KAI Access pada gawai yang dimilikinya atau melalui website kai.id, contact center 121, dan kanal resmi lainnya yang sudah bekerjasama dengan KAI.

Melalui aplikasi KAI Access, pelanggan bisa dengan mudah memesan tiket, melakukan pembatalan, merubah jadwal keberangkatan kereta, dan bisa melakukan boarding dengan menu e-boarding pada aplikasi KAI Access. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di masa pandemi yang masih berlangsung.(aln)