C
Minggu, Februari 25, 2024

Buy now

Irwan Hidayat : Bangga, Jamu Diakui UNESCO Jadi ‘Warisan Budaya Tak Benda’

SEMARANG – Penetapan jamu sebagai ‘Warisan Budaya Tak Benda’ oleh UNESCO menjadi kebanggaan tersendiri bagi Irwan Hidayat, selaku Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Keputusan UNESCO tersebut sekaligus menjadi pengakuan jika jamu memiliki peran penting dalam tradisi kesehatan masyarakat Indonesia yang patut untuk dilestarikan.
“Saya sangat bangga atas keputusan UNESCO yang menetapkan jamu sebagai ‘Warisan Budaya Tak Benda’. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dan ini semua hasil kerja keras bersama teman-temen organisasi jamu (GP Jamu), pecinta jamu dan masih banyak lagi,” kata Irwan Hidayat dalam keterangan persnya, Jumat (8/12/2023).
Irwan menyoroti pentingnya pengakuan UNESCO sebagai momen bersejarah bagi Indonesia dan perusahaan jamu terkemuka lainnya. Pasalnya, jamu masih memiliki peranan penting sebagai alternatif pengobatan tradisional dan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Perlu diketahui, jamu resmi ditetapkan menjadi ‘Warisan Budaya Tak Benda’ (WBTB) ke-13 dari Indonesia oleh UNESCO. Penetapan itu diraih usai sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Kasane, Republik Botswana, Rabu (6/12/2023) lalu.
Dengan pengakuan internasional UNESCO, lanjut Irwan, Sido Muncul akan terus berinovasi dan melakukan ekspansi hingga ke pasar yang lebih luas lagi di kancah internasional. Ini perlu dilakukan untuk lebih memperkenalkan kekayaan jamu Indonesia ke dunia.
“Dengan adanya pengakuan dari UNESCO ini, tentu kami merasa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memperkenalkan jamu ke seluruh dunia,” ujar Irwan.
Menurut Irwan, Sido Muncul juga akan membuka peluang bagi masyarakat internasional untuk merasakan manfaat dari tradisi pengobatan alami Indonesia. Dengan begitu, Irwan berharap dapat membuka peluang baru bagi industri jamu Indonesia dan mempromosikan citra positif tentang kekayaan alam dan budaya negara ini.
“Kami melihat potensi besar untuk mengenalkan jamu Indonesia sebagai bagian dari gaya hidup sehat global. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga internasional, untuk memastikan bahwa keberagaman dan manfaat jamu Indonesia dapat diakses oleh lebih banyak orang di seluruh dunia,” tandas Irwan.(aln)
Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles