C
Jumat, Agustus 14, 2026

Buy now

Ekonomi Jateng Tumbuh 5,71 Persen, BI Perkuat Sinergi

SEMARANG – Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Pada triwulan II 2026, ekonomi Jateng tumbuh 5,71 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa 5,65 persen dan nasional 5,29 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, capaian tersebut menunjukkan perekonomian Jateng masih memiliki daya tahan yang kuat. “Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tetap ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, berlanjutnya investasi, serta kinerja sektor utama daerah yang terjaga,” katanya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,31 persen (yoy), didukung mobilitas masyarakat saat Iduladha dan libur panjang. Investasi tumbuh 8,84 persen seiring berlanjutnya pembangunan kawasan industri dan Proyek Strategis Nasional, sementara konsumsi pemerintah tumbuh 15,69 persen.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan antara lain ditopang industri pengolahan yang tumbuh 5,03 persen, perdagangan 7,52 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,80 persen (yoy). Sektor-sektor tersebut menjadi penopang penting aktivitas ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II 2026.

Stabilitas harga juga tetap terjaga dengan inflasi Jawa Tengah pada Juli 2026 sebesar 2,60 persen (yoy). Angka tersebut berada dalam sasaran 2,5±1 persen dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88 persen.

M. Noor Nugroho mengatakan pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan TPID di tingkat provinsi maupun 35 kabupaten/kota. “Strategi 4K terus diperkuat, mulai keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga komunikasi efektif, terutama untuk komoditas pangan strategis,” ujarnya.

Penguatan pengendalian inflasi dilakukan melalui peningkatan produktivitas pangan, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara wilayah surplus dan defisit, penguatan outlet pangan dan BUMD sebagai offtaker, serta digitalisasi data untuk mendukung sistem peringatan dini.

Di tengah capaian positif tersebut, sejumlah risiko masih perlu dicermati. Hasil liaison Bank Indonesia dengan pelaku usaha pada triwulan II 2026 menunjukkan optimisme dunia usaha tetap terjaga, meski kenaikan biaya produksi dan pembiayaan, keandalan energi, serta dinamika perdagangan global menjadi perhatian.

Bank Indonesia juga memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan melalui asesmen dan riset ekonomi, pengembangan UMKM, penguatan ketahanan pangan, ekonomi syariah, serta akselerasi digitalisasi daerah. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

Di sektor sistem pembayaran, perluasan digitalisasi terus dilakukan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta atau terbesar ketiga nasional, sedangkan jumlah merchant mencapai 4,52 juta atau terbesar keempat nasional.

Perluasan akseptasi pembayaran digital diperkuat melalui Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada 11–17 Agustus. Sementara itu, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sepanjang paruh pertama 2026 telah dilakukan melalui 49 kegiatan dengan menjangkau 29.909 peserta di Jawa Tengah.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan program lintas wilayah dengan pemerintah daerah serta seluruh mitra strategis untuk menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan literasi Rupiah, serta mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas M. Noor Nugroho.(aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles