SEMARANG- Di balik perjalanan panjang PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk hingga mampu bertahan selama puluhan tahun, Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat memegang prinsip sederhana dalam menjalankan usaha.
Prinsip tersebut disampaikan Irwan saat menerima Prasasta Gala Award kategori Lifetime Achievement Prasasta Windu Bhakti yang diselenggarakan Universitas Semarang (USM) dalam rangka Dies Natalis ke-39 di Semarang, Kamis (24/9) malam.
“Selama 15 tahun pertama saya tidak tahu bagaimana mesti melakukan. Lalu saya meniru. Saya pikir yang saya tiru itu baik, saya lakukan, ternyata berhasil. Jadi meniru memang bagus,” ujar Irwan.
Dijelaskan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas perjalanan dan dedikasi Irwan di dunia usaha selama sekitar 58 tahun. Dikatakan, pengalaman dan proses belajar dari orang-orang di sekitarnya justru menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun usaha.
“Pendidikan formal saya mungkin tidak mencukupi. Saya juga tidak pernah membaca buku. Saya bacanya komik, seperti Mahabharata, Petruk, Gareng. Tapi di situ banyak pelajaran,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman panjang dalam menjalankan usaha membuat dirinya memahami bahwa produk menjadi salah satu kunci utama keberlangsungan bisnis. Karena itu, kualitas produk harus terus dikembangkan dengan memperhatikan manfaat dan keamanan bagi konsumen.
“Kalau sebuah usaha mau maju, produknya harus maju. Itu saja kuncinya. Produk harus lebih baik, manjur, harus aman. Setiap usaha yang saya lakukan, intinya prosesnya harus baik,” katanya.
Ditegaskan, standar produk yang baik dapat dilihat dari perspektif konsumen. Irwan mengatakan dirinya berusaha memperlakukan konsumen sebagaimana dirinya ingin diperlakukan ketika menggunakan sebuah produk atau mendapatkan layanan.
“Bagaimana supaya orang percaya? Saya ingin minum obat, ya saya kepengin obat yang baik. Saya ingin di hotel, bagaimana hotel yang baik, yang bersih dan harganya tidak mahal-mahal,” ujarnya.
Ditambahkan, prinsip tersebut menjadi pegangan dalam mengembangkan usaha sekaligus membangun kepercayaan konsumen. Menurutnya, memperlakukan orang lain dengan baik merupakan prinsip sederhana yang dapat diterapkan siapa saja.
“Pokoknya saya ingin memperlakukan orang seperti saya ingin diperlakukan. Saya rasa kalau itu dilakukan, semua orang pasti bisa,” imbuhnya.
Dikatakan, penghargaan yang diterimanya juga tidak sekadar menjadi pengakuan atas perjalanan yang telah dilalui. Apresiasi tersebut dinilai dapat menjadi dorongan bagi seseorang untuk terus bekerja dan menghasilkan prestasi.
“Setiap pemberian penghargaan itu sangat baik. Penghargaan yang baik mendorong orang untuk bekerja lebih baik lagi dan lebih berprestasi,” katanya.
Irwan menyampaikan terima kasih kepada USM atas penghargaan yang diberikan sekaligus mendoakan perguruan tinggi tersebut semakin berkembang pada usia ke-39. Ia berharap USM semakin bermanfaat dan mampu menarik lebih banyak mahasiswa.
“Saya sangat berterima kasih kepada Universitas Semarang yang telah memberikan penghargaan. Saya doakan universitas yang hari ini merayakan Dies Natalis ke-39 tambah maju, tambah bermanfaat, dan semakin banyak mahasiswa yang mendaftar,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor USM Prof Dr Supari mengatakan Prasasta Gala Award bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan pengalaman para tokoh yang telah membangun fondasi dengan generasi yang tengah menyiapkan masa depan.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pertemuan antara masa lalu yang telah membangun pondasi dan masa depan yang tengah kita rajut bersama,” kata Supari.
Menurut Supari, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh dan institusi yang telah memberikan kontribusi melalui berbagai bidang, mulai dunia usaha, pengabdian kepada masyarakat, intelektual dan inovasi, hingga kepemimpinan.
“Kita menegaskan bahwa kerja keras, integritas dan inovasi layak mendapat panggung dan rekognisi. Kami percaya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu cara menghargai putra-putri terbaiknya,” ujarnya.
Ditambahkan, penyelenggaraan Prasasta Gala Award juga menjadi bagian dari semangat kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia usaha, akademisi, pemerintah, media dan masyarakat. Di usia ke-39, USM ingin memperkuat peran perguruan tinggi agar tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.
“Perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada ruang-ruang kelas. Kampus harus menjadi ruang tamu antara ilmu dan praktik, antara gagasan dan kebijakan, antara akademisi dan dunia nyata,” tegasnya.
Supari berharap momentum tersebut menjadi awal untuk mempererat kolaborasi sekaligus melahirkan lebih banyak inovasi dari Jawa Tengah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong kontribusi perguruan tinggi terhadap kemajuan daerah dan Indonesia.
“Semoga malam ini menjadi starting point kita semua untuk semakin banyak dan erat dalam berkolaborasi. Semakin banyak inovasi dan semakin banyak inspirasi yang lahir dari Jawa Tengah untuk akselerasi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.(aln)


