C
Selasa, Juni 16, 2026

Buy now

Pasar Lokal Jadi Harapan Baru Industri Furnitur Jepara

JEPARA – Industri furnitur Jepara mulai melirik pasar domestik sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika perdagangan global. Langkah ini dilakukan meski penguatan dolar Amerika Serikat masih memberikan keuntungan bagi para eksportir.

Kondisi nilai tukar dolar yang tinggi membuat pendapatan eksportir meningkat. Sebab, transaksi penjualan ke luar negeri dilakukan menggunakan dolar, sementara sebagian besar biaya produksi masih menggunakan rupiah.

Sekretaris Jenderal DPP HIMKI, Maskur Zaenuri mengatakan, penguatan dolar memberikan dampak positif terhadap kinerja eksportir furnitur. Keuntungan yang diperoleh pelaku usaha menjadi lebih besar dibanding saat kurs berada pada level normal.

“Ketika dolar menguat, nilai penerimaan ekspor juga meningkat sehingga memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha,” ujarnya, saat ditemui dalam Pembukaan CJFACE 2026, di DP Mall Semarang.

Meski demikian, kondisi pasar ekspor belum sepenuhnya pulih. Permintaan dari sejumlah negara tujuan masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global serta perubahan pola konsumsi masyarakat.

Produk furnitur luar ruang atau garden furniture menjadi salah satu yang mengalami tekanan. Permintaan menurun akibat faktor cuaca dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan ekspor.

Pelaku industri juga menghadapi tantangan logistik internasional yang belum sepenuhnya stabil. Waktu pengiriman yang lebih panjang membuat sejumlah pembeli menunda atau mengurangi pemesanan.

Menghadapi situasi tersebut, pelaku usaha Jepara mulai memperkuat pasar dalam negeri. Segmen perumahan, perhotelan, restoran, kafe, hingga sektor pariwisata dinilai memiliki potensi yang terus berkembang.

Pasar domestik dinilai semakin menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas furnitur produksi Jepara. Produk lokal kini tidak hanya diminati karena desainnya, tetapi juga karena kualitas dan daya tahannya.

Selain menggarap pasar nasional, eksportir juga berupaya membuka pasar baru di luar tujuan tradisional. Kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika menjadi target untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Industri furnitur masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jepara. Ribuan tenaga kerja bergantung pada sektor ini, mulai dari pengrajin, pekerja pabrik, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

Dengan kombinasi pasar ekspor dan domestik yang semakin kuat, pelaku usaha optimistis industri furnitur Jepara tetap mampu tumbuh. Diversifikasi pasar dinilai menjadi strategi penting agar industri lebih tahan menghadapi gejolak ekonomi global.(aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles