C
Minggu, Juni 21, 2026

Buy now

Hadapi Fluktuasi Kurs, Phapros Perkuat Strategi Pengadaan Bahan Baku Obat

SEMARANG – PT Phapros Tbk menyampaikan strategi penguatan pengadaan bahan baku obat dalam media gathering di Semarang, Sabtu (20/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap biaya produksi perusahaan.

Direktur Produksi Phapros, Ida Rahmi Kurniasih mengatakan, penguatan dolar AS berdampak langsung pada kenaikan biaya bahan baku yang masih banyak bergantung pada impor. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus memperkuat mitigasi sejak tahap perencanaan.

“Fluktuasi kurs sangat memengaruhi struktur biaya produksi kami karena sebagian besar bahan baku masih berasal dari impor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perusahaan kini memperkuat perencanaan pengadaan dengan berbagai skenario agar lebih adaptif terhadap perubahan nilai tukar. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi di tengah ketidakpastian global.

Phapros juga melakukan diversifikasi negara pemasok bahan baku untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber utama. Strategi ini diharapkan memperkuat ketahanan rantai pasok perusahaan.

Selain itu, perusahaan membuka opsi penggunaan mata uang selain dolar AS dalam transaksi internasional. Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko volatilitas kurs.

“Kami terus mengevaluasi alternatif transaksi agar lebih fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar global,” kata Ida.

Perusahaan juga memperpanjang sejumlah kontrak pengadaan dengan pemasok strategis guna memberikan kepastian harga dalam jangka waktu tertentu. Skema ini diharapkan menjaga stabilitas biaya produksi.

Di sisi lain, Phapros turut melakukan negosiasi ulang dengan mitra luar negeri agar memperoleh harga yang lebih kompetitif di tengah tekanan biaya global. Efisiensi menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Sebagai langkah mitigasi tambahan, Phapros menyiapkan strategi lindung nilai atau hedging untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar terhadap kinerja keuangan.

Direktur Pemasaran Phapros, Maraja Jeson Siregar, dalam kesempatan yang sama menegaskan, perusahaan terus memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan dan media untuk menjaga transparansi arah bisnis.

Ia menyebut, ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan struktural. Namun, kondisi tersebut juga membuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Phapros menargetkan ekspansi pasar ekspor ke sejumlah negara, termasuk Timor Leste, Filipina, Myanmar, hingga Peru. Ekspansi ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perusahaan di tengah tekanan biaya produksi domestik.(aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles