SEMARANG – UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto dan RSI Sultan Agung Semarang membuka babak baru pengembangan kedokteran Islam melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut menjadi tindak lanjut dari promosi doktor ke-91 Program Studi Islam UIN Saizu yang berlangsung Kamis (2/7/2026).
Rektor UIN Saizu, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., bersama Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, menandatangani MoU sebagai dasar pengembangan kajian bio-fikih dalam dunia kedokteran. Kolaborasi ini mengintegrasikan keilmuan Islam transdisipliner dengan praktik pelayanan kesehatan modern.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan di bidang bioteknologi, digitalisasi layanan kesehatan, hingga kedokteran regeneratif. Seluruh pengembangan dilakukan dengan mengedepankan landasan bioetika dan fikih kontemporer agar tetap selaras dengan nilai-nilai syariah.
Melalui kolaborasi ini, RSI Sultan Agung akan berperan sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus laboratorium hidup bagi implementasi hasil-hasil kajian akademik. Berbagai penelitian yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan langsung dalam pelayanan kesehatan.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan riset transdisipliner kedokteran Islam, penguatan bioetika, hingga kajian hukum terhadap berbagai tindakan medis modern. Kedua institusi juga akan menyusun model pelayanan kesehatan berbasis syariah yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain bidang riset, kerja sama juga mencakup pengembangan ekonomi syariah di sektor kesehatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga berkelanjutan dari sisi ekonomi.
UIN Saizu dan RSI Sultan Agung juga akan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi akademisi dan praktisi kesehatan itu ditujukan untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi medis sekaligus pemahaman keislaman yang kuat.
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan modern melalui pendekatan keilmuan Islam. Menurutnya, perkembangan teknologi kedokteran memerlukan pijakan etik dan fikih agar kemajuan ilmu pengetahuan tetap memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan kajian kedokteran Islam di tingkat nasional maupun internasional. Sinergi kedua institusi menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem keilmuan yang memadukan kekuatan akademik, riset, dan pelayanan kesehatan.
Melalui MoU ini, UIN Saizu Purwokerto dan RSI Sultan Agung Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Pengembangan bio-fikih masa depan diharapkan menjadi fondasi lahirnya sistem kedokteran Islam yang ilmiah, adaptif, berdaya saing global, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(aln)


