Pasar Motor Trail Menjanjikan

0
730
- MOTOR TRAIL- Sejumlah pekerja tengah merakit motor trail di Pabrik Viar Motor, Kawasan BSB Semarang, kemarin. Foto : ANING KARINDRA
- MOTOR TRAIL- Sejumlah pekerja tengah merakit motor trail di Pabrik Viar Motor, Kawasan BSB Semarang, kemarin. Foto : ANING KARINDRA
– MOTOR TRAIL- Sejumlah pekerja tengah merakit motor trail di Pabrik Viar Motor, Kawasan BSB Semarang, kemarin. Foto : ANING KARINDRA

*Penjualan Viar 12.000 Unit/Tahun

 
SEMARANG- Potensi pasar motor trail (off road) di Indonesia masih sangat menjanjikan. Pasar tersebut dinilai sangat stabil di tengah lesunya pasar otomotif lantaran segmen yang dituju adalah penghobi dan pemerintahan.

Factory Manager PT Triangle Motorindo (Produsen Viar Motor), Agus Julianto mengatakan, pada tahun 2015 lalu Viar Motor bahkan mampu membukukan penjualan sekitar 10.000 unit motor trail. Jumlah tersebut naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami mulai produksi trail sejak 2014, dan produksi kami terus meningkat. Bahkan, pada 2015 saat pasar otomotif lesu, penjualan trail tetap naik,” katanya, disela Kunjungan Pabrik Viar Motor, di Kawasan BSB Semarang, Sabtu (9/4) kemarin.

Menurutnya, meluasnya komunitas motor trail di sejumlah daerah di Indonesia turut mendongkrak penjualan. Dari total penjualan motor trail, komunitas penghobi mampu memberikan kontribusi 50%, dimana sisanya merupakan segmen pemerintahan 40%, dan lain-lain 10%.

“Pemasarannya paling banyak masih di Pulau Jawa, sekitar 40%. Dan sisanya tersebar ke seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Agus menegaskan, pada tahun ini pihaknya optimis penjualan motor trail Viar mampu menembus 12.000 unit. Jumlah tersebut setidaknya memberikan kontribusi sekitar 30% dari total target penjualan Viar Motor all varian yang dipatok 40.000 unit di tahun 2016.

“Kontribusi penjualan terbesar Viar Motor masih dikuasai oleh motor roda tiga yang mencapai 60%, disusul trail 30%, dan sisanya motor sport, matic, serta motor bebek,” tegasnya.

Ditambahkan, pada kelas motor trail, Viar menyediakan 6 tipe, yakni tipe 70 cc, 100 cc MT, 150 SF, 150 cc, 200 cc GT, dan 250 cc SE. Produk tersebut dipatok dengan harga muilai Rp7 jutaan hingga Rp33 jutaan.

“Saat ini market share motor trail Viar diantara merek lainnya sudah mencapai 25-30%. Dan kami optimis dengan varian yang makin beragam, pasar Viar terus bertumbuh,” imbuhnya.

Manager Marketing PT Triangle Motorindo Area Semarang, Dwiyanto menjelaskan, kontribusi penjualan Viar Motor di Jateng berada diurutan ketiga setelah Jabodetabek dan Jatim, dengan rata-rata sekitar 1.000 unit/bulan. Adapun pada 2016 ini, pihaknya menargetkan penjualan di Jateng naik 20%.

“Strategi yang kami lakukan antara lain semakin merapatkan barisan ke komunitas off road dan pelaku UMKM,” tandasnya.(aln)

Berita sebelumyaCitraGrand Resmikan Club House
Berita berikutnyaSFC, Ajang Sharing Pemilik Fortuner
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.