Ekspor ke Negara Asean Masih Kecil

0
282

image

SEMARANG- Dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) belum mampu memberikan dampak positif terhadap ekspor produk-produk asal Jateng ke negara-negara Asean. Terbukti, Ekspor Jawa Tengah ke kawasan Asean selama Januari- Maret 2016 baru mencapai US$ 102,13 juta atau berkontribusi sebesar 7,65 % terhadap total ekspor Jawa Tengah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, meski ekspor ke kawasan Asean masih cukup kecil, namun terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data, ekspor dari Jawa Tengah ke kawasan Asean pada bulan Maret 2016 mencapai US$ 35,73 juta, mengalami kenaikan sebesar US$2,36 juta dari ekspor bulan Februari 2016 (US$ 33,37 juta). 

“Malaysia tercatat sebagai negara tujuan utamanya,” katanya.

Ditambahkan, secara kumulatif ekspor Jateng pada bulan Januari sampai Maret 2016 mencapai US$ 1.335,25 juta turun 0,58 % dari ekspor kumulatif Januari -Maret 2015 (US$ 1.342,98 juta). Negara pangsa pasar utama ekspor Jawa Tengah selama bulan Maret 2016 adalah Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang.

“Untuk bulan Maret sendiri nilai ekspor Jawa Tengah mencapai US$ 478,36 juta atau mengalami peningkatan sebesar 9,58 % dibanding ekspor Februari 2016 (US$ 436,56 juta),” imbuhnya.

Dijelaskan, tiga negara utama tujuan ekspor Jateng memberikan kontribusi sebesar 45,77% selama periode Januari sampai Maret. Sedangkan untuk ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat sebesar US$ 224,70 juta atau berkontribusi sebesar 16,83 %.

“Untuk produknya, masih dikuasi tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu serta Bermacam barang hasil pabrik,” jelasnya.

Menurutnya, untuk impor Jateng dari kawasan Asean pada bulan Maret 2016 mencapai US$ 89,67 juta atau berkontribusi sebesar 11,46% terhadap total impor periode Januari-Maret 2016 sebesarUS$ 1.926,29 juta atau turun 32,75%. Adapun negara pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah selama periode Januari- Maret 2016 adalah Cina, Arab Saudi dan Nigeria dengan nilai impor pada bulan Maret 2016 masing masing sebesar US$ 135,20 juta, US$ 126,86 juta, dan US$ 61,87.

“Pangsa pasar ketiga negara tersebut mampu mencapai 49,98 % terhadap total impor ke Jateng periode Januari-Maret 2016,” ungkapnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.