Pengusaha Muda Perlu Mentoring

0
406


SEMARANG- Dalam rangkan mendukung tumbuhnya pengusaha muda di Kota Semarang, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang terpilih, Arnaz Agung Andrarasmara meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk melakukan mentoring atau pendampingan. Selama ini, Pemkot dinilai belum melakukan mentoring secara maksimal.

“Sebaiknya dinas terkait tidak menghambur-hamburkan APBD untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Mereka (pengusaha muda) lebih membutuhkan pendampingan untuk merangsang agar bisa tumbuh,” katanya, disela Diskusi Peran Wirausaha Muda dalam Mendorong Perekonomian Daerah, yang digelar Forum Wartawan Ekonomi Semarang, Kamis pagi.

Menurutnya, saat ini dari total penduduk di Indonesia terdapat sekitar 1,65% pengusaha. Padahal, idealnya untuk negara maju dibutuhkan minimal 2% pengusaha, seperti yang dimiliki Singapura, Tiongkok dan Jepang yang memiliki lebih dimana lebih dari 10% penduduknya yang menjadi pengusaha.

“Kami akan memberikan dukungannya kepada pelaku usaha untuk memberikan sertifikasi. Dengan sertifikasi tersebut, pengusaha akan lebih mudah dalam mengakses kerjasama dengan bank dan instansi lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bank Mandiri siap membantu suntukan dana kepada para wirausahawan muda. Bank Mandiri Regional 7 Jateng-DIY akan mengimplementasikan dukungannya tehadap tumbuhnya Unit Usaha Kecil (UKM) yang dirintis kalangan pemuda, dengan mengadakan program ‘Wirausaha Muda Mandiri’.

“Dian Pelangi merupakan satu dari sekian banyak pemuda yang didampingi Bank Mandiri untuk dapat mengembangkan usaha yang dirintisnya,” kata Maqin Norhadi, CEO Bank Mandiri Regional 7 Jateng-DIY.

Maqin Norhadi menuturkan, program ini merupakan program khusus pelajar. Bank Mandiri mempersilakan pelajar dari seluruh perguruan tinggi untuk bisa berpartisipasi dalam program tersebut.

“Kami akan bantu agar mereka bisa menjadi pengusaha. Akan dilombakan kemudian yang menang akan masuk program inkibator kami untuk didampingi  dalam beberapa hal, termasuk keuangan,” terangnya.

Maqin menyebutkan, dana rangsangan yang diberikan Bank Mandiri bervariatif tergantung jenis usaha yang diiniaiasi oleh pelajar tersebut. Rata-rata diberikan hibah Rp 20 juta atau lebih, tergantung kebituhan.

“Program ini dilaksanakan setiap tahun dan akan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan para generasi muda di Indonesia menjadi pengusaha yang mampu memberikan kontribusi, seperti menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litani Satyawati mengaku, peran pengusaha muda sangat berpengaruh kepada kemajuan kota. Terlebih lagi pada 2018 diprediksi akan menjadikan Kota Semarang lebih ramai menyusul adanya Bandara baru, tol Semarang – Solo, tol Semarang – Demak dan lain-lain.

Selain itu, kunjungan di Kota Semarang setiap tahunnya rata-rata mencapai angka 7,7 juta jiwa. Modernisasi pelabuhan penumpang dan barang, serta jalur kereta api dirasa juga menjadi faktor utama kemajuan perekonomian Kota Semarang 2018 mendatang.

“Oleh karena itu, Kota Semarang membutuhkan lebih banyak lagi wirausaha baru untuk memenuhi permintaan masyarakat. Selain itu, wirausaha ini juga akan mengurangi jumlah pengangguran,” pungkasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.