Kendalikan Inflasi, Bulog Operasi Pasar Cabai

0
286

SEMARANG- Perum Bulog Divre Jawa Tengah, Minggu pagi, menggelar operasi pasar (OP) komoditas cabai di Pasar Waru Kaligawe Semarang. OP digelar seiring masukan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang mencatat kontribusi cabai sebagai penyumbang inflasi terbesar di provinsi ini karena harga yang terus meningkat belakangan ini.  

Wakil Kepala Bulog Divre Jateng, Ramlan UE mengatakan, kontribusi komoditas cabai terhadap laju inflasi Jawa Tengah cukup tinggi. Untuk itu, sesuai fungsinya, Bulog turut berupaya menstabilkan harga cabai melalui OP.

“Operasi pasar ini menindaklanjuti TPID yang ternyata cabai dan bawang menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kami juga telah berkoordinasi dengan Disperindag dan memutuskan OP cabai ini,” katanya, disela OP Cabai di Pasar Waru Kaligawe Semarang.

Menurutnya, OP cabai yang baru digelar Bulog untuk pertama kalinya ini menggandeng Dinas Pertanian untuk pengadaan komoditasnya. Adapun yang dijual dalam OP kali ini yakni cabai rawit hijau, cabai rawit merah, dan cabai keriting merah.

“Untuk komoditasnya diambilkan dari petani cabai di sekitar Temanggung, dan kali ini masing-masing kami jual sebanyak 50 kg per jenis cabai,” ungkapnya.

Dijelaskan, cabai rawit hijau dijual dengan harga Rp42 ribu/kg dari harga pasaran saat ini yang berada di kisaran Rp45 ribu-Rp60 ribu/kg. Sedangkan cabai rawit merah dijual Rp52 ribu/kg dari harga pasaran Rp60-65 ribu/kg, dan cabai keriting merah dijual Rp43 ribu/kg dari harga pasar saat ini Rp50-58 ribu/kg.

“Harga cabai di pasaran saat ini masih tidak menentu, naik turun setiap hari,” jelasnya.

Kenaikan harga cabai, lanjutnya, diprediksi karena permintaan yang terus meningkat seiring menjelang Natal dan Tahun Baru. Padahal, dari informasi Dinas Pertanian, produksi cabai cukup melimpah.

Ramlan menegaskan, selain OP cabai, Bulog juga siap untuk menggelar OP beras, gula, maupun minyak goreng, jika memang dibutuhkan. Apalagi, saat ini khusus untuk stok komoditas beras di Bulog masih sangat besar dan ketersediaannya cukup hingga 6 bulan ke depan.

“Untuk komoditas bahan pokok lainnya, Bulog siap memasarkan melalui OP jika dibutuhkan. Tapi yang pasti masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan pokok lainnya, terutama beras yang stoknya masih melimpah,” terangnya. 

Wakil Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Surahman mengaku, adanya OP cabai dari Bulog ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan cabai dengan harga murah. Harapannya, dengan OP ini harga cabai bisa segera stabil.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here