PLN Bangun 164 Sanitasi

 

SEMARANG- PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY menunjukkan komitmennya dalam mendukung lingkungan bersih. Langkah tersebut diwujudkan dengan turut serta dalam acara peresmian program CSR pembangunan jamban, di Balai Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Semarang.


Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Pemkot Semarang, Kodim 0733/BS Semarang, Rotary Club, Gapensi, serta perwakilan warga dari masing-masing kelurahan. Pembangunan jamban ini sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Kemendes yaitu gerakan Sejuta Jamban 2017.


Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah & DIY, Hardian Sakti Laksana mengatakan, sebagai salah satu program CSR yang berkelanjutan, PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY turut memberikan bantuan untuk pembangunan 164 Jamban di tiga kelurahan di daerah Gunungpati, Semarang. Masing-masing Kelurahan Plalangan 63 Jamban, Kelurahan Mangunsari 39 Jamban dan Kelurahan Karang Malang sebanyak 62 Jamban. 


“Program pembangunan 164 Jamban ini merupakan program CSR yang kedua kalinya dari PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY, setelah membangun 200 Jamban sebelumnya di tahun 2016. Sebelumnya, bantuan jamban diberikan kepada Kelurahan Sadeng, Pongangan, Kandri, Ngijo dan Klisegoro,” katanya, disela penyeran sanitasi kepada perwakilan warga di tiga kelurahan di Gunungpati, Semarang,

 


Menurutnya, program pengembangan tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan PLN kepada pemerintah dalam mengentaskan permasalahan terutama dibidang kesehatan. Dengan diresmikannya pembangunan 164 jamban ini, PLN turut berperan dalam mendukung program lingkungan bersih.


Peresmian pembangunan jamban dibuka oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Dalam peresmian tersebut juga diserahkan secara simbolis jamban dari PLN kepada tiga kelurahan, yaitu Plalangan, Mangunsari, dan Karang Malang. 


“Melalui program pembangunan jamban ini diharapkan dapat menyediakan tempat pembuangan yang laik serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya hidup sehat agar terhindar dari penyakit,” terangnya.

 

Sementara, saat ini Indonesia menempati urutan ke-2 di ASEAN sebagai negara dengan sanitasi terburuk. Lebih dari 20 Juta keluarga tidak memiliki WC dan masih terbiasa buang air sembarangan di sungai dan kebun. Dampak dari kebiasaan hidup yang tidak sehat ini adalah infeksi penyakit menular seperti Tipus, Disentri, dan Hepatitis A.(aln)