Phapros Menangkan Tender E-Catalogue Senilai Rp498 Miliar

0
268

SEMARANG – Setelah mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 18% di akhir 2016 lalu dengan laba bersih yang juga tumbuh hingga 38% dibandingkan periode yang sama tahun 2015, PT Phapros, Tbk, salah satu anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ini kembali menunjukkan performa gemilang pada triwulan pertama 2017.
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan LKPP pada pada awal Maret lalu, tahun ini Phapros kembali berhasil memenangkan tender e-catalogue. Ada 41 obat generik yang dimenangkan Phapros dengan total nilai mencapai Rp498 miliar atau sekitar 16% dari keseluruhan nilai omzet yang ditawarkan e-catalogue yang mencapai lebih dari Rp 3 triliun.

 “Jumlah ini naik sebesar 83% dari total nilai yang kami dapatkan pada saat lelang e-catalogue tahun 2016 lalu,” ujar Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy).

“Ke depannya kami akan pastikan agar supply produk tetap baik dan terjaga sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk menyukseskan program BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Selain berhasil memenangkan tender e-catalogue, awal tahun ini Phapros juga berencana menerbitkan surat utang jangka menengah atau Medium Term Notes (MTN) senilai Rp 200 miliar yang ditargetkan bisa terealisasi pada triwulan I/2017. Penerbitan MTN tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik baru di Ungaran dan penambahan kapasitas pabrik Phapros di kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah.

“Saat ini, Phapros memiliki pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 2 miliar butir obat per tahun dengan utilisasi sudah di atas 80%, untuk itu, kapasitasnya akan kami tingkatkan agar lebih maksimal,” lanjut Emmy.

Tak hanya di sektor farmasi, untuk menambah portofolio produk alat kesehatannya, Phapros juga tengah bekerjasama dengan anak perusahaan RNI lainnya, PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) untuk memproduksi Scaffold Hydroxyapetite. 

Scaffold Hydroxyapetite merupakan produk yang dikembangkan Phapros berdasarkan riset yang dilakukan oleh Universitas Airlangga dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Produk tersebut bisa dimanfaatkan sebagai komponen implan penopang tulang dan gigi.

“Kerjasamanya berupa kesepakatan penggunaan lahan dan bangunan milik MRB oleh Phapros untuk memproduksi produk tersebut,” jelas Emmy.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here