Penjualan Phapros Naik 18%

0
299

 

*Bagikan Dividen Rp43,5 Miliar
SEMARANG- PT Phapros Tbk yang juga merupakan anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) pada tahun 2016 berhasil meningkatkan kinerjanya baik dari sisi penjualan maupun laba. Adapun penjualan pada tahun 2016 mencapai Rp816 miliar atau naik 18% dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp691 miliar.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Barokah Sri Utami (Emmy) mengatakan, kontribusi terbesar penjualan Phapros berasal dari segmen OGB atau obat geberik yang mencapai Rp396,5 miliar atau sekitar 49% dari total penjualan. Adapun dari sisi laba, perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp87 miliar atau naik 38% dibandingkan tahun 2015.
“Pertumbuhan kinerja yang dialami Phapros tersebut berada jauh di atas pertumbuhan rata-rata industri farmasi nasional sebesar 7,5%,” Emmy, Kamis (30/3), usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2016, di Hotel Patra Jasa Semarang.
Menurutnya, RUPS tahun ini juga menyepakati pembagian dividen sebesar Rp43,5 miliar atau 50% dari laba bersih perusahaan kepada pemegang saham. Sedangkan untuk terus meningkatkan performanya, tahun ini Phapros menyiapkan berbagai rencana strategis.
“Tahun ini Phapros akan meluncurkan 8 ampai 10 produk baru sepanjang 2017 untuk kategori obat generik dan etikal untuk mencapai target penjualan yang telah ditetapkan, yakni sebesar Rp1 triliun,” ungkapnya.
Dijelaskan, khusus obat generik, Phapros memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 46% tahun ini atau Rp580 miliar dari target penjualan Rp1 triliun. Tak hanya itu, Phapros juga membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 16% di tahun 2017 ini.
“Selain dari sisi penjualan dan laba, Phapros juga memiliki beberapa aksi perusahaan lainnya, seperti penerbitan Medium Term Notes (MTN) sebesar Rp200 miliar untuk mengoptimalisasi pabrik dan menganggarkan capital expenditure (capex) sebesar Rp290 miliar, di mana sebagian dari nilai capex dan MTN tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi dan mendanai pembangunan pabrik baru di Ungaran, sedangkan sisanya menggunakan dana internal perusahaan,” terangnya.
Berdasarkan pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh LKPP pada awal Maret lalu, lanjutnya, Phapros juga menjadi salah satu pemenang tender e-katalog untuk proyek BPJS Kesehatan. Ada 41 jenis obat yang dimenangkan Phapros dengan nilai mencapai Rp498 miliar atau 16% dari total nilai yang ditawarkan, yakni sebesar Rp3 triliun.
“Diantara 41 jenis produk tersebut, Tablet Tambah Darah menjadi penyumbang nilai terbesar, yakni Rp150 miliar,” jelas Emmy.
Tak hanya dari sisi finansial, tahun ini Phapros juga menargetkan PROPER emas serta terus berupaya untuk melakukan efisiensi energi agar kelestarian alam tetap terjaga.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.