​Permintaan Pasar Garmen Turun

SEMARANG- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang menyatakan, kondisi permintaan pasar asing akan produk garmen tengah mengalami penurunan. Untuk itulah, berbagai upaya efisiensi dilakukan perusahaan, seperti memangkas jam kerja karyawan.
Ketua Apindo Kota Semarang, Dedi Mulyadi Ali mencontohkan, di PT Sandang Asia Maju Abadi misalnya, jika sebelumnya jam kerja karyawan sampai 12 jam, saat ini kami kurangi menjadi 8-10 jam. Kondisi ini tepatnya sudah berlangsung sejak tiga bulan ini.
“Di PT Sandang Asia Maju Abadi ini permintaan produk dari pasar asing mengalami penurunan. Jika biasanya dalam satu bulan setiap perusahaan garmen bisa mengirim barang hingga 250 potong, pada tiga bulan terakhir ini turun menjadi 200 potong/bulan,” kata Dedi, yang juga menjabat sebagai GM PT Sandang Asia Maju Abadi.
Diakuinya, sejak tiga bulan terakhir ini kondisi pasar produk garmen di luar negeri memang lesu. Adapun yang masih konstan adalah baju yang tidak diperdagangkan umum, seperti seragam.
“Selain segmentasi pasarnya khusus, untuk jangka waktu kontrak biasanya cukup lama, yaitu mencapai lima tahun,” ujarnya.
Melihat peluang tersebut, lanjutnta, saat ini para pengusaha khususnya di bidang garmen banyak yang mengincar pasar tersebut. Apalagi, produk seragam tidak mengenal musim, bukan seperti pakaian-pakaian bebas yang tergantung kondisi pasar dan musim.
Menurut Dedi, selain permintaan pasar yang mengalami penurunan, dikatakannya, saat ini sejumlah negara konsumen banyak yang mengalihkan pembelian mereka ke negara produsen lain, salah satunya ke Afrika. Sekarang banyak investor yang lebih memilih membuka pabrik garmen di negara-negara Afrika, seperti Nigeria dan Zimbabwe. 
“Di sana masih banyak perusahaan bersifat padat karya sehingga biaya produksi lebih murah,” ungkapnya.
Meski begitu, banyak perusahaan-perusahaan manufaktur di dalam negeri yang juga berupaya meminimalisasi ongkos produksi demi mempertahankan daya saing, salah satunya dari sisi tenaga kerja. Seperti misalnya tenaga kerja asing, sekarang banyak tenaga kerja lokal yang juga mumpuni dan selevel dengan tenaga kerja asing. 
“Daripada kita mempekerjakan tenaga kerja asing, lebih baik tenaga kerja lokal,” tandasnya.(aln)