Penjualan Eceran Mulai Membaik

0
90


SEMARANG- Pertumbuhan penjualan eceran di Kota Semarang pada Agustus 2017 meski melanjutkan tren menurun sejak bulan sebelumnya, namun mulai menunjukkan adanya perbaikan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 173,2, atau menurun 4,6% (yoy), dibandingkan penurunan 9,1% (yoy) pada Juli 2017. 


Kepala Grup Bank Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, Penurunan masih merupakan dampak dari kembali normalnya konsumsi masyarakat setelah meningkat pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, maupun liburan sekolah. Adapun salah satu faktor yang mendorong penjualan pada bulan laporan adalah dimulainya tahun ajaran baru. 



“Perbaikan penjualan ritel terjadi pada hampir seluruh kelompok, dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok komoditas peralatan dan komunikasi di toko, yaitu sebesar 5,5% (yoy), berbalik arah dari penurunan pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,6% (yoy),” katanya.



Di sisi lain, lanjutnya, komoditas bahan bakar kendaraan bermotor mengalami penurunan lebih dalam, yaitu dari penurunan 12,3% (yoy) pada Juli 2017 menjadi 14,5% (yoy) pada Agustus 2017. Sedangkan komoditas lainnya mengalami perbaikan, walaupun masih mencatatkan pertumbuhan negatif. 



“Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2017 mencatatkan penurunan sebesar 2,9% (mtm), relatif membaik dibandingkan penurunan dalam pada Juli 2017 sebesar 11,9% (mtm),” ujarnya.



Sementara itu, penjualan eceran secara tahunan pada September 2017 diperkirakan masih tumbuh negatif sebesar 3,6% (yoy), namun lebih baik dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 4,6% (yoy). Seluruh kelompok komoditas diperkirakan mengalami pertumbuhan negatif kecuali kelompok peralatan dan komunikasi di toko. 



“Pertumbuhan negatif terdalam terjadi pada kelompok barang budaya dan rekreasi, disusul oleh kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya, dan kelompok barang lainnya,” terangnya.



Ditambahkan, secara bulanan, penjualan eceran pada September 2017 diperkirakan mengalami pertumbuhan positif. Hal ini terindikasi dari perkiraan IPR September 2017 yang sebesar 177,0 atau naik 2,2% (mtm).



“Ekspektasi omset penjualan pada 3 bulan yang akan datang (Desember 2017) diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Indikasi tersebut terlihat dari adanya kenaikan Indeks Ekspektasi Omset Penjualan 3 bulan mendatang dari 137,2 pada bulan sebelumnya menjadi 107,0,” imbuhnya.



Peningkatan optimisme responden terhadap omset penjualan 3 bulan mendatang terindikasi dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada akhir tahun. Sedangkan, tekanan kenaikan harga secara umum pada tiga bulan yang akan datang diperkirakan relatif stabil. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum 3 bulan mendatang (Desember 2017) sebesar 127,9; atau sama dengan indeks bulan sebelumnya.



Lebih lanjut, optimisme responden terhadap penjualan pada 6 bulan yang akan datang (Maret 2018) diperkirakan melemah. Hal tersebut terindikasi dari penurunan Indeks Ekspektasi Penjualan 6 bulan mendatang yang menurun menjadi 155,8 dari 179,1 pada bulan sebelumnya. 



Tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Maret 2018) juga diperkirakan menurun, tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum 6 bulan mendatang yang sebesar 155,8; lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (179,1). Penurunan tersebut ditengarai karena kembali normalnya tingkat konsumsi masyarakat setelah masa liburan tahun baru 2018.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here