BCA Latih Pengurus Desa Wisata Binaan

0
112
PELATIHAN- BCA menggelar pelatihan ‘Creative Selling Skill’ bagi pengurus tujuh desa wisata binaan BCA, bertema Brave Heart Selling, selama dua hari di Hotel The Wujil, Ungaran, 17-18 April 2018. FOTO : IST/ANING KARINDRA
UNGARAN- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa berkomitmen untuk melayani kebutuhan dan meningkatkan kualitas produk dan layanan, dengan menawarkan solusi kreatif bagi nasabah dan masyarakat Indonesia. Selain itu, BCA juga bergerak aktif untuk mengembankan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Solusi Bisnis Unggul.
Dalam hal ini, BCA mewujudkannya dengan menggelar palatihan ‘Creative Selling Skill’ bertema Brave Heart Selling, selama dua hari di Hotel The Wujil, Ungaran, 17-18 April 2018. Pelatihan ini digelar bagi pengurus tujuh desa wisata binaan BCA, diantaranya Desa Wisata Wirawisata Goa Pindul, Desa Wisata Wukirsari, dan Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta, Desa Tamansari di Banyuwangi, Dusun Kopi Gunung Kelir Kabupaten Semarang, Desa Gemah Sumilir di Pekalongan, serta Desa wisata di Belitung.
Kepala Operasional Cabang (KCU) BCA Semarang, Sukarsono Sukarso mengatakan, perkembangan ekonomi yang pesat ini perlu didukung perkembangan ekonomi masyarakat. BCA mendukung perkembangan ekonomi masyarakat, salah satunya pengembangan desa wisata.
“Kami mendukung perkembangan ekonomi masyarkat desa agar terus berkembang dalam mengembangkan perekonomian di desa wisatanya,” katanya

.

Sukarsono berharap, melalui pelatihan ini dapat untuk mengasah ketrampilan (skill) pengurus desa wisata. Selain itu juga memperkuat branding dan promosi paket wisata, sekaligus mengembangkan strategi pemasaran dan membangun sikap mental positif dalam meningkatkan kualitas kerja.
“Selama pelatihan, seluruh peserta dilatih berkemampuan mempromosikan desa wisatanya secara kreatif dan berani tampil beda, sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di desa masing-masing,” terangnya.
Peserta pelatihan juga dibekali kemampuan strategi marketing komunikasi dalam peningkatan penjualan.
“Kami berharap pelatihan ini mampu berkontribusi dalam mendorong kreativitas peluang usqhq bagi masyarakat lokal, memberikan ide inovasi baru, dan akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pembangunan di tinggat dusun, sehingga dapat lebih mensejahterakan masyarakat dusun,” tutup Sukarsono.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here