Jelang Pilpres, Penjualan Elektronik Tumbuh 8%

– PROMO MENARIK- Pengunjung Global Elektronik Semarang berburu promo menarik setial transaksi selama pameran HomeTech. FOTO : IST/ANING KARINDRA

SEMARANG- Menghadapi tahun politik, para pelaku usaha di bidang industri elektronika memberikan tanggapan positif dengan melakukan ekspansi pasar dan melakukan investasi. Bahkan, beberapa investor merek elektronika Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok tetap yakin dan menanamkan modalnya, karena melihat kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang dinilai stabil menjelang pemilihan tanggal 17 April mendatang


Tak berlebihan jika Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto optimistis industri manufaktur mampu tumbuh di tahun politik 2019.


Praktisi bisnis ritel elektronik yang juga Managing Director Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto mengatakan, industri elektronika akan tetap tumbuh dan berkembang. 


“Kami harus optimistis bahwa di tengah hiruk pikuk perhelatan pesta demokrasi ada peluang besar yang diharapkan mampu menongkrak omzet penjualan,” katanya.


Andy menambahkan, Indonesia memiliki pengalaman sebelum dan pasca reformasi. Khusus dalam 20 tahun ini, Indonesia telah empat kali Pemilu dan hampir setiap dua tahun ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang seluruhnya berjalan lancar dan demokratis.


“Kami yakin, pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar serentak pada tanggal 17 April 2019, juga akan berjalan aman dan damai, sehingga mendukung roda perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.


Diakui, kondisi perekonomian sekarang memang sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2000-an. Artinya, ada realita norma baru.


“Pertumbuhan ekonomi dunia saat ini memang tidak lagi double digit. Namun rata-rata kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian di banyak negara masih berkisar 8%,” tegasnya.


Oleh karena, tidak perlu terlalu khawatir terhadap kondisi ekonomi dan industri pada tahun 2019.


Lebih lanjut Andy menuturkan, di era zaman now terjadi perubahan tren gaya hidup konsumen. Konsumen juga semakin sadar dan merencanakan masa depan dengan menabung dan investasi.


“Ini memberikan tantangan bagi peritel elektronik dan ponsel, seperti produk TV, ponsel dan perangkat rumah tangga berupa kulkas, mesin cuci, vacuum cleaner, dan AC. Apalagi, barang-barang elektronik merupakan salah satu jenis produk yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia, sehingga saya optimis penjualan perangkat elektronika di pameran HomeTech 2019 akan tumbuh hingga di atas angka 10%,” ujar Andy. 


Melihat fenomenq tersebut, Global Elektronik pun tiada henti berinovasi, dengan menggelar Pameran Perdagangan Perangkat Elektronik dan Ponsel HomeTech 2019. Pameran tematik ke-43 atau yang ke-2 di tahun 2019 akan berlangsungg tanggal 27 Maret – 15 April 2019 di Area Parkir (Outdoor) dan Showroom (Indoor) Superstore Global Elektronik Jalan Pandanaran 102 (Kawasan Simpang Lima) dan Jalan MT Haryono 509A (Pusat Elektronik) Semarang. 


Pameran diikuti merek-merek Samsung, Sharp, Midea, dan Coocaa, didukung 13 perbankan dan 7 perusahaan multifinance. Dalam pameran juga digelar berbagai program promo spesial dan cashback.(aln)