53 Pelanggan Industri Manfaatkan Promo Diskon LWBP

DISKON LWBP- Sebanyak 26 pelanggan industri, melakukan penandatanganan pemanfaatan Program Promo Discount LWBP 30%, di Kantor PLN UP3 Surakarta. FOTO : IST/ANING KARINDRA


SURAKARTA- Sebanyak 53 pelanggan industri di wilayah PT PLN (Persero) UP3 Surakarta tercatat telah memanfaatkan program promo diskon Luar Waktu Beban Puncak (LWBP). Pemanfaatan diskon sebesar 30% tersebut bahkan telah dituangkan melalui penandatanganan perjanjian antara pelanggan dengan PLN pada 22 April 2019 (27 Pelanggan) dan 26 April 2019 (26 Pelanggan).

Manager PLN UP3 Surakarta, Mundhakir mengatakan, semula ada 80 pelanggan industri yang berminat untuk mengikuti program diskon 30% LWBP. Namun, baru 53 pelanggan industri yang telah memenuhi syarat, dan 27 pelanggan lainnya masih dievaluasi.

“PLN sendiri masih terus melakukan sosialisasi dan mengajak para pelanggan sektor industri untuk memanfaatkan kesempatan baik ini, dengan menggeser proses produksi dari Waktu Beban Luncak (WBP) pukul 17.00-22.00 ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) 23.00-08.00, dan meningkatkan produksinya dengan biaya yang lebih murah,” katanya, dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Serentak 26 Pelanggan Program Promo Discount LWBP 30%, di Kantor PLN UP3 Surakarta.

Seperti diketahui, dalam rangka optimalisasi pemanfaatan tenaga listrik untuk menunjang peningkatan perekonomian, PLN kembali menggelar program diskon 30% LWBP. Kali ini, promo bagi pelanggan tipe industri menengah (I-3) dan industri besar (I-4) berlaku mulai Januari 2019 hingga Desember 2020.

Menurut Mundhakir, pada promo sebelumnya yang berakhir di bulan Oktober 2018, animo pelanggan industri yang memanfaatkan program tersebut cukup tinggi. Untuk itu, program sengaja dibuka kembali demi memberikan kesempatan bagi dunia usaha atau industri lebih meningkatkan produksinya dengan biaya lebih rendah.

“Pada dasarnya, langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan iklim usaha dan memberikan kesempatan bagi industri dalam meningkatkan produksinya dengan biaya lebih murah. Dengan begitu, perusahaan dapat memperoleh nilai tambah dari penggeseran beban tersebut,” ungkapnya.

Rudi Nugraha, perwakilan dari PT Madusari yang bergerak dalam makanan sosis menyatakan apresiasinya terhadap program diskon LWBP PLN. Meski pada akhirnya harus merubah pola produksinya, namun program tersebut dinilai memberi efisiensi biaya operasional bagi perusahaan, sekaligus mampu meningkatkan produksinya.

“Ini menarik, meski harus merubah pola produksi,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Donaliya, dari PT Duniatek. Pihaknya mengapresiasi langkah potongan tarif yang dilakukan oleh PLN, karena akan meringankan biaya operasional perusahaan.

Sementara, dalam kesempatan tersebut, PLN UP3 Surakarta juga melakukan pemutaran film dokumenter program PLN Surakarta berupa konversi energi. Sejumlah usaha sumur sawah, penggilingan padi dan pemecah batu yang semula menggunakan genset berbahan bakar solar, beralih ke listrik.

Selain itu juga diputarkan film dokumenter terkait pemanfaatan kompor induksi yang lebih hemat, mudah, bersih, tidak panas dan aman. Dari konversi energi tersebut, diperoleh penghematan sekitar 50% biaya operasional.

Mundhakir menjelaskan, selama tahun 2018, sudah ada 2.691 pelanggan dengan 8,4 MW yang telah beralih ke listrik. Dan sampai dengan April ini, sudah 904 pelanggan dengan daya 3,38 MW yang beralih ke listrik.

“Kami akan terus dukung penggantian ini dengan menyiapkan jaringan listrik dan kecepatan layanan. Adapun yang konversi energi terbanyak saat ini dimanfaatkan untuk sumur sawah, yang terkenal dengan Program Listrik Untuk Ketahanan Pangan Nasional,” tandas Mundhakir.(aln)