GINSI Siap Dongkrak Impor Bahan Baku

0
471

  SEMARANG – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) berkomitmen untuk mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan impor bahan baku industri.

Ketua GINSI Jateng, Budiyatmoko mengatakan, impor yang dilakukan anggota GINSI 90% adalah bahan baku industri. Sedangkan sisanya 10% adalah bahan konsumsi.

“Bahan baku yang kita impor akan digunakan untuk industri yang berorientasi ekspor, sehingga bisa meningkatkan ekspor Jateng,” katanya, disela-sela GINSI Award di Wisma Perdamaian, Semarang, kemarin.

Menurutnya, bahan baku yang paling dominan diimpor adalah kapas untuk industri tekstil dan biji plastik. Bahan baku industri tersebut, didatangkan para importir dari Amerika, Cina, dan juga beberapa negara Eropa.

“Kalau untuk sektor pertanian kita mendatangkan kedelai, karena pasokan kedelai lokal di Jateng belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Kebutuhan kedelai saat ini setahun 600 ribu ton sementara pasokan dari kedelai lokal baru sekitar 130 ribu ton saja,” ungkapnya.

Ditambahkan, sinergi pemerintah sangat dibutuhkan supaya bisa memberikan kontribusi positif untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah selama ini sangat mendung, terutama terikat dengan infrastruktur, seperti pelabuhan dan juga jalan,” imbuhnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan infrastruktur, seperti realisasi reaktivasi jalur KA ke pelabuhan, dan juga pembangunan jalan menuju ke pelabuhan.

“Rel Pelabuhan masih terus kita komunikasikan, karena masih terkendala pembebasan lahan. Ada beberapa regulasi yang bisa kita tegakan dalam upaya pembebasan lahan ini, tapi kita ingin tetap komunikasikan dulu,” ucapnya.

Ganjar menjelaska, dengan reaktivasi jalur KA ke pelabuhan maka angkutan barang akan bisa dilayani oleh KA.

Disisi lain, sambung Ganjar, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar, salah satunya adalah pengelolaan birokrasi yang baik. Dengan birokrasi yang baik, maka dunia usaha akan berkembang cepat.

“Kita butuh survival, bagaiman regulasi bisa memudahkan di tengah-tengah ekonomi yang belum baik. Kita musti mampu untuk bergandengan bareng-bareng, birokrasi terus dipacu semakin baik. Seperti keluar masuknya barang lebih mudah dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan GINSI Award, dalam kesempatan itu GINSI memberikan award kepada beberapa perusahaan dan instasi. Penerima Award masing-masing PT Djarum, PT Samudra Perdana Selaras, Evergreen Indonesia, Terminal Petikemas Semarang (TPKS), Kantor Pengawasan dan Peyanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas, Diperindag Jateng dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.