Pedagang Bakso Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

0
211




SEMARANG- BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda secara simbolis menyerahkan klaim sejumlah Rp24.114.210 kepada ahli waris Yeni Rahayu, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda Nomor 130, Semarang, yang meninggal karena sakit. Secara simbolis santunan diserahkan pekan kemarin oleh Sekretaris Daerah Kota Semarang, Adi Tri Hananto, kepada ahli waris almarhum, Purwanto.




Almarhum yang merupakan pedagang bakso dan tergabung dalam wadah Bakso Solo Pak Edi ini meninggal karena sakit dan mendapatkan santunan dengan rincian Jaminan Hari Tua  Rp114.210, santunan Kematian Rp16.200.000, biaya pemakaman Rp3.000.000, dan santunan berkala Rp4.800.000.




Purwanto selaku ahli waris merasa sangat terbantu dengan bantuan ini. Apalagi uang yang ditinggalkan almarhum cukup besar.




“Saya berharap untuk pedagang yang lain yang belum terdaftar bisa ikut bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan dan dapat merasakan manfaat yang dia rasakan,” katanya, saat ditemui disela penerimaan santunan, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda.




Bertepatan perayaan Hari Pelanggan Nasional 2017, selain Purwanto, secara simbolis santunan juga diberikan kepada ahli waris Stephen Harso Budi dari PT. New Ratna Motor sejumlah Rp1.441.286.150, dan Tenaga Kerja Arie Prasojo dari perusahaan Sampharindo Perdana, yang mengalami kecelakaan kerja dan biaya perawatan Pengobatannya sejumlah Rp312.640.860 yang saat ini masih dalam perawatan lanjutan.




Melihat hal itu, Adi Tri Hananto mengungkapkan, penting untuk warga kota Semarang khususnya para pekerja, bergabung bersama BPJS Ketenagakerjaan demi kesejahteraan hidup mereka.




“Saat ini pegawai-pegawai Non ASN di kantor daerah kota Semarang sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap warga kota Semarang yang lain dapat ikut bergabung dan merasakan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Adi Tri Hananto saat memberi sambutan.




Di sisi lain, Adi Tri Hananto menghimbau untuk yang melakukan klaim JHT untuk tidak menggunakan uang yang dicairkan secara konsumtif. Harapannya, uang yang dicairkan dapat digunakan untuk hal yang lebih berguna kedepannya, seperti buka usaha, jadi manfaatnya semakin panjang.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.